Corona di Indonesia
Akibat Virus Corona, Pekerja Pariwisata di Bali Diminta Ambil Cuti Tanpa Bayar
Akibat sepinya wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali, disinyalir banyak perusahaan kini mulai memotong jam kerja karyawannya.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Merebaknya corona virus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-COV-2) yang merebak di berbagai negara dan menyebabkan infeksi pernapasan COVID-19 berdampak besar terhadap pariwisata Bali.
Sejak virus tersebut merebak di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan berujung pada penutupan penerbangan, kunjungan wisatawan ke Bali mulai menurun.
Terlebih, saat ini virus corona tersebut sudah menyerang berbagai negara dan membuat pariwisata Bali sepi pengunjung.
Akibat sepinya wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali, disinyalir banyak perusahaan kini mulai memotong jam kerja karyawannya.
• Tidak Hanya Telur, 4 Jenis Seafood Ini juga Kaya Akan Protein yang Baik untuk Kesehatan
• Ramalan Zodiak Besok Senin 9 Maret 2020 Persahabatan Pisces Datangkan Rezeki Leo Sigap Atasi Masalah
• Ini 8 Tanda-tanda Serangan Jantung yang Harus Kamu Ketahui, Sakit Dada Hingga Kelelahan
Hal ini pun diakui oleh Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Regional Bali.
"Jadi dari beberapa informasi yang masuk ke FSPM bahwa ada beberapa perusahaan yang sudah menerapkan cuti tanpa bayar," kata Sekretaris FSPM Bali Ida I Dewa Made Rai Budi Darsana saat ditemui di Denpasar, Minggu (8/3/2020).
Dirinya menjelaskan, perusahaan meminta kepada para pekerjanya untuk cuti tidak berbayar selama 5 hingga 15 hari.
Dengan adanya kebijakan seperti ini oleh perusahaan, maka konsekuensi yang terjadi yakni adanya pemotongan upah.
Rai Budi menilai, kebijakan seperti ini sangatlah tidak adil bagi para pekerja.
Apalagi wabah virus corona ini baru berjalan antara satu hingga dua bulan dan pihak perusahaan justru sudah bersifat sangat reaktif dengan memberlakukan cuti tanpa bayar.
"Jadi kami minta agar hal ini dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah. Pemerintah dapat memberikan solusi-solusi terbaik kepada pengusaha tersebut sehingga jangan kemudian pekerjanya tidak dijadikan korban atas situasi ini," jelasnya.
Baginya, mewabahnya virus corona ini merupakan sebuah musibah bagi dunia kepariwisataan Bali.
Harusnya kedua belah pihak, antara perusahaan dan pekerja, duduk bersama guna mengambil solusi yang terbaik.
Sebagai contoh, perusahaan bisa menerapkan cuti yang seharusnya diambil oleh pekerja pada tahun-tahun berikutnya, bisa diambil pada tahun ini sehingga tidak ada pemotongan upah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-i-dewa-made-rai-budi-darsana-saat-berorasi-di-depan-kantor-gubernur-bali.jpg)