Breaking News:

Peringati Hari Perempuan Internasional, Koalisi Rakyat Bali Adil Gender Tolak RUU Omnibus Law

Puluhan orang yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali Adil Gender yang mayoritas perempuan menggelar aksi damai di Area Car Free Day, Renon, Denpasar

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Aksi Demo tuntut penolakan RUU Omnibus Law oleh Koalisi Rakyat Bali Adil Gender di area CFD, Renon, Denpasar, Bali, Minggu (8/3/2020) pagi. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Puluhan orang yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali Adil Gender yang mayoritas perempuan menggelar aksi damai di Area Car Free Day, Renon, Denpasar, Bali, Minggu (8/3/2020).

Korlap Aksi, Ni Kadek Fani menjelaskan aksi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional sekaligus menolak RUU Omnibus Law yang dinilai tidak pro terhadap perempuan.

Aksi mereka gelar di Jalan Raya Puputan.

Mereka berorasi menggelorakan tuntutan sembari memajang puluhan poster berkonten penolakan terhadap RUU Omnibus Law.

Selain itu, juga dilakukan pembubuhan tanda tangan pada sebuah kain putih memanjang oleh para masyarakat pengunjung CFD yang melintas sebagai bentuk dukungan terhadap aksi ini.

Sempat Ditunda, Kapal Viking Sun Akhirnya Merapat di Pelabuhan Benoa, Ini Tanggapan Pemkot Denpasar

Kerugian Mencapai Rp 5 Milyar, Penyebab Kebakaran di Kraken Steampunk Karena Korsleting Listrik

Kurangi Ketergantungan Gawai, Turnamen Bola Voli Antar Desa di Banyuwangi Berlangsung Meriah

"Koalisi Rakyat Bali Adil Gender, menyatakan sikap secara tegas Menolak RUU Omnibus law dan RUU Ketahanan Keluarga dan segera mensahkan RUU PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual) dan RUU PRT (Pekerja Rumah Tangga)," tegas Fani saat dijumpai Tribun Bali di sela kegiatan.

Fani berharap melalui aksi seperti ini dapat mendorong pemerintah pusat untuk membangun sistem perlindungan perempuan yang komprehensif dan sistematis.

"Kami minta tuntaskan kasus-kasus Kekerasan terhadap Perempuan, cabut kebijakan yang Diskriminatif Gender, hentikan segala bentuk diskriminatif dan kekerasan sistematis terhadap perempuan serta menghentikan agenda pembangunan yang berpihak pada investor," tandas dia.

Babi Siap Jual Mendadak Mati, Kasus Babi Mati Mendadak di Karangasem Tembus Angka 272 Ekor 

4 Fakta Pendaki Asal Gianyar Bali Terpeleset ke Jurang di Gunung Batur, Gus Andyka Diduga Kelelahan

Penumpang Viking Sun Jalan-Jalan ke Pasar Badung, Pemkot Denpasar Mengaku Tak Dapat Pemberitahuan

Kata dia, bentuk intervensi negara atas ruang privat warga dan domestifikasi kaum perempuan yang tergambar jelas di RUU Ketahanan Keluarga sebenarnya bukan barang baru.

Halaman
12
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved