Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Raja Belanda Bawa Investasi Sebesar 1 miliar Dolar AS ke Indonesia

Dalam kunjungannya, Alexander membawa lebih dari 100 pengusaha asal negeri kincir angin tersebut.

Editor: Wema Satya Dinata
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN via KOMPAS.COM
Raja Belanda Willem Alexander melambaikan tangan saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (9/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - Kunjungan Raja Belanda Willem Alexander ke Indonesia membawa serta investasi sebesar US$ 1 miliar.

 Dalam kunjungannya, Alexander membawa lebih dari 100 pengusaha asal negeri kincir angin tersebut.

"Bisnis deal yang dicapai selama kunjungan besarnya sekitar US$ 1 miliar," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Joko Widodo menyambut Raja Willem, Selasa (10/3/2020).

Bebeberapa sektor menjadi masuknya investasi asal negeri kincir angin tersebut. 

Raja Belanda Willem Alexander Mohon Maaf atas Kekerasan di Indonesia Setelah Proklamasi

Italia Dikarantina, KBRI Roma Hentikan Sementara Layanan Konsuler

Pasca Atap Sekolah Roboh, Siswa SDN 1 Babahan Pindah Belajar Sambil Tunggu Perbaikan

Antara lain terminal vopak yang ada di Tanjung Priok.

Selain itu, Belanda juga melakukan investasi di sektor manufaktur dalam pengembangan pabrik susu. Belanda juga masuk dalam sektor hilir industri minyak dan gas.

"Jadi dari swasta juga sedang bekerja bersama dengan swasta mereka," terang Retno.

Sementara itu perjanjian antar pemerintah juga dilakukan antara Belanda dengan Indonesia. Ada sejumlah kerja sama yang telah ditandatangani.

Kerja sama tersebut adalah di bidang Women, Peace, and Security, dan juga MoU kerja sama pelatihan diplomatik. Belanda dan Indonesia juga bekerja sama dalam pengelolaan air.

Retno juga mengungkapkan adanya kerja sama di sektor kesehatan. Khususnya di bidang infectious diseases control including antimicrobial resistance.

"Kerja sama antara RSPI Sulianti Saroso dengan Erasmus University Medical Center," jelas Retno.

Kerja sama lainnya di adalah pengembangan healthcare profesional.

Perubahan iklim termasuk masalah pengelolaan sampah juga menjadi hal yang diperbincangkan.

Ada pula perjanjian kerja sama di bidang perhubungan.

Indonesia dan Belanda juga melakukan kerja sama untuk pengembangan produksi kelapa sawit berkelanjutan. (*)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved