Pejabat Basarnas Temui Sekda Bali dan Manajamen Bandara, Ini yang Dibahas
Sebagai daerah yang mengandalkan bidang pariwisata harus mampu mengantisipasi dan menangani kejadian-kejadian membahayakan jiwa manusia.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Pada akhirnya bisa memberikan persepsi positif di masyarakat ataupun dunia luar, mengingat bali adalah icon wisata di Indonesia.
Usai melakukan audiensi di Kantor Sekda Provinsi Bali, Deputi Sarana Prasarana dan Sistem Komunikasi Basarnas beserta pejabat lainnya bertandang ke Angkasa Pura Bandara I Gusti Ngurah Rai guna berkoordinasi tentang rencana penempatan salah satu Alat Utama (Alut) di seputaran area Bandara.
Sesuai dengan Tugas Fungsi Pokok Basarnas di bidang pencarian dan pertolongan kecelakaan penerbangan, maka menjadi pertimbangan untuk mendekatkan posisi penempatan Alut.
Seperti diketahui Basarnas Bali memiliki 2 unit Alut Rigid Inflatable Boat dan 1unit KN SAR Arjuna 229 yang penempatannya saat ini berada di Benoa.
Sedianya 1 unit RIB digeser berdekatan dengan bandara, tanpa mengesampingkan dan mengganggu fasilitas yang sudah ada.
General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Herry A.Y. Sikado menanggapi baik niatan Basarnas tersebut.
PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai selalu menyambut positif langkah-langkah Basarnas dalam memperkuat pelayanan jasa SAR kepada masyarakat ataupun wisatawan.
“Selama ini penempatan heli telah difasilitasi, bahkan memberikan penempatan hanggar khusus untuk heli Basarnas," ungkapnya.
Kelanjutan dari pembicaraan ini akan diselesaikan secara administratif agar jelas peruntukannya dan bisa sinergi antara kedua belah pihak, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan jasa SAR yang maksimal.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/deputi-bidang-sarana-prasarana-dan-sistem-komunikasi-basarnas.jpg)