Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sukses Lawan Virus Corona, Singapura Bagikan 5 Jurus Ampuh Hadapi Covid-19

Dari 160 pasien virus corona, belum ada satu pun yang meninggal dunia. Singapura membagikan jurus ampuh melawan Covid-19

Editor: Irma Budiarti
pixabay.com
Ilustrasi dokter - Sukses Lawan Virus Corona, Singapura Bagikan 5 Jurus Ampuh Hadapi Covid-19 

Sukses Lawan Virus Corona, Singapura Bagikan 5 Jurus Ampuh Hadapi Covid-19

TRIBUN-BALI.COM - Sukses Lawan Virus Corona, Singapura Bagikan 5 Jurus Ampuh Hadapi Covid-19

Singapura menjadi salah satu negara yang sejauh ini sukses melawan virus corona.

Dari 160 pasien, belum ada satu pun yang meninggal dunia sampai Selasa (10/3/2020).

Mengenai hal itu, Kementerian Kesehatan Singapura atau Ministry of Health (MOH) membagikan jurus-jurusnya dalam melawan virus corona Covid-19.

Berikut adalah rangkumannya, dari rilis yang diterima Kompas.com.

1. Persiapan

Sebagai negara yang banyak dikunjungi wisatawan, pemerintah Singapura bergegas melakukan persiapan dini untuk menekan angka penyebaran virus corona.

Negeri "Singa" melakukannya dengan cara berikut.

  1. Menambah fasilitas medis dan meningkatkan kualitasnya, serta memperbanyak dokter dan perawat ahli.
  2. Melakukan penelitian lebih dalam untuk mempelajari virus, agar bisa menghasilkan perawatan yang lebih baik dan opsi pencegahan.
  3. Manajemen krisis disempurnakan setiap tahun, dengan pengalaman mengatasi wabah-wabah sebelumnya seperti SARS dan H1N1.

2. Koordinasi pemerintah

MOH menyebutkan perlawanan dengan virus corona adalah upaya nasional, yang dikoordinasi oleh Satgas Multi-Kementerian atau Multi-Ministry Taskforce (MTF).

Satgas ini dibentuk pada 22 Januari 2020, yang dipimpin Menteri Kesehatan bersama Menteri Perkembangan Nasional.

Tugas satgas ini adalah sebagai berikut.

  1. Menggerakkan semua bidang pemerintahan untuk bersama mencegah penyebaran virus.
  2. Berkoordinasi dengan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus.
  3. Bekerja bersama komunitas internasional untuk menangani penyebaran virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini.

3. Menekan risiko penularan

MOH memberi panduan dalam mencegah virus menular, yakni dengan menelusuri secara cepat orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien.

Karantina juga diterapkan khusus bagi warga yang baru datang dari Hubei, baik itu pendatang maupun warga negara Singapura, dan baik itu baru tiba dari Hubei atau yang punya riwayat perjalanan ke Hubei.

Mereka dikarantina di sebuah tempat yang disediakan pemerintah, dan tidak diperbolehkan melakukan kontak dengan orang lain.

Jika melanggar, akan ada hukumannya.

Sejak 18 Februari 2020, Public Health Preparedness Clinics (PHPCs) semakin aktif merawat pasien dengan gejala pernapasan seperti demam, batuk, radang tenggorokan dan pilek.

PHPCs juga memberi subsidi khusus untuk warga Singapura dan penduduk permanen yang mengalami infeksi saluran pernapasan.

Subsidi ini juga berlaku di poliklinik.

4. Pencegahan 'kasus impor'

Sejak 23 Januari 2020 semua penerbangan dari Wuhan ditangguhkan, dan beberapa penerbangan dari China ke Singapura juga ditunda atau dibatalkan.

Seluruh penerbangan dari Singapura ke Hubei juga ditangguhkan, sedangkan rute ke China ditangguhkan untuk beberapa penerbangan yang tidak mendesak.

Untuk negara-negara lainnya yang ditangguhkan adalah penerbangan ke Iran, Italia Utara, Jepang, dan Korea.

Sementara itu di bandara, petugas melakukan pemantauan suhu tubuh ke semua penumpang yang tiba di Singapura.

Petugas medis pun berjaga jika ada penumpang yang diduga terjangkit virus corona.

Jika itu terjadi, mereka akan langsung dites yang memakan waktu 3-6 jam.

Selama itu pasien diimbau untuk meminimalkan kontak dengan orang lain.

Apabila hasilnya negatif mereka dipersilakan melanjutkan perjalanan, dan jika hasilnya positif akan dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.

5. Jarak sosial

Semua warga negara Singapura dan penduduk tetap yang baru kembali dari China (di luar provinsi Hubei), diharuskan menetap di rumah selama 14 hari.

Mereka yang menetap itu diwajibkan menghindari kontak dengan masyarakat sekitar dan memantau kesehatannya sendiri.

Jika mengalami demam atau gejala-gejala pernapasan lainnya, mereka harus segera memeriksakan kesehatannya.

Apabila telah diperiksa dan belum sembuh dalam lima hari, mereka harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan serangkaian tes.

Bagi penyelenggara acara-acara besar, mereka diimbau menunda atau membatalkan acara jika memungkinkan atau tidak mendesak.

Kalau pun pihak penyelenggara tetap menjalankan acara, mereka harus melakukan upaya-upaya pencegahan seperti membawa pemantau suhu tubuh, melarang pengunjung yang batuk, pilek, dan tidak enak badan.

Memastikan aliran udara lancar di lokasi penyelenggaraan, dan menyediakan tempat cuci tangan.

Titik-titik keramaian juga harus dibersihkan secara berkala, dan panitian disarankan menyimpan daftar pengunjung yang datang.

Untuk tempat kerja, MOH menyarankan kantor-kantor untuk memantau suhu tubuh pegawainya secara rutin, dan jika memungkinkan karyawan bekerja di rumah atau dalam tim yang terpisah.

Pujian dari WHO

Langkah-langkah yang diterapkan Singapura ini terbukti sukses menekan angka penyebaran virus corona di sana.

Negara pimpinan Perdana Menteri Lee Hsien Loong ini kemudian mendapat apresiasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Universitas Harvard pun memberi pengakuan ke Singapura sebagai negara yang memiliki standar tinggi dalam mendeteksi kasus infeksi virus corona.

(Kompas.com/Aditya Jaya Iswara)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Singapura Beberkan Jurus-jurus Ampuh Hadapi Virus Corona

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved