Babi Mati di Desa Dausa Bangli Diperkirakan Capai 300 Ekor, Tapi Belum Ada Solusi Pasti

Para peternak pun terpaksa merugi, sebab hingga Maret ini diperkirakan ratusan ekor ternak babi warga telah mati.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN BALI/MUHAMMAD FREDEY MERCURY
Kadis PKP I Wayan Sarma 

Sementara itu, Kadis PKP Bangli I Wayan Sarma saat dikonfirmasi terpisah mengenai belum adanya sosisalisasi pasca pengambilan sample mengatakan, jika sosialisasi kembali pada cara masing-masing Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Baik melalui kominikasi massa, ataupun door to door.

“Kalau masalah sosialisasi terkait hasil lab, kita belum bisa sosialisasikan, karena memang hasilnya belum keluar,” ucapnya.

Mengenai jumlah kematian babi hingga mencapai 300 ekor, Sarma pun mengaku tidak ingat angka pastinya, dengan alasan masih berada di lapangan.

Namun ia tidak meragukan jumlah tersebut, bilamana kematian babi tercatat sejak beberapa bulan lalu.

Sedangkan ketika disinggung sejumlah harapan dari peternak babi seperti bantuan desinfektan, Sarma mengatakan tidak semua kematian babi akibat suspect ASF.

Menurutnya kematian bisa saja disebabkan akibat diare, abortus, dan sebagainya.

Adapun bantuan desinfektan juga tidak bisa diberikan ke seluruh desa, lantaran desinfektan dinas PKP terbatas.

“Kita sudah berusaha mohon dari provinsi maupun perusahaan swasta untuk memberi bantuan desinfektan. Hasil kesepakatan dengan GUPBI (4/2) lalu, sepakat peternak besar membantu peternak kecil (rumahan). Yang jelas seluruh desa ataupun lingkungan sudah diberikan bantuan desinfektan, dan sudah diambil masing-masing PPL. Termasuk di Dausa. Walaupun volumenya tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Sementara disinggung mengenai bantuan bagi para peternak untuk mendapatkan keringanan di Bank, mantan Sekdis PKP itu mengatakan siap membantu jika para peternak menggunakan modal bank.

“Kami akan berupaya bantu dengan suat keterangan untuk mendapatkan penundaan bayar,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved