Corona di Indonesia

Dukung Pergub, Dewan Terapkan Mitigasi di Gedung DPRD Bali, Ini yang Dilakukan

Tidak hanya mengecek suhu tubuh, mereka juga diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

Tribun Bali/Ni Kadek Rika Riyanti
Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama ketika melakukan pengecekan suhu badan di depan ruang rapat utama DPRD Provinsi Bali, Jumat (13/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebagai upaya dan bentuk dukungan DPRD Bali terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai penanggulangan Covid-19, pada rapat paripurna pagi ini Jumat (13/3/2020) tampak dilakukan mitigasi sebelum dimulainya acara.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di gedung rakyat tersebut, peserta rapat paripurna harus melalui rentetan prosedur mitigasi seperti cek suhu badan, cuci tangan, dan menggunakan disinfektan atau hand sanitizer di depan ruang rapat utama DPRD Provinsi Bali.

Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, anggota DPRD Bali hingga para tamu undangan yang mengikuti rapat paripurna wajib menjalani pengecekan suhu badan dengan thermoscanner.

Tidak hanya mengecek suhu tubuh, mereka juga diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

Adu Gertak Pelatih Persita Tangerang vs PS Tira Persikabo Soal Kelemahan, Igor Tak Mau Kalah

Polres Badung Turunkan 500 Personel Saat Malam Pengerupukan Nyepi

WHO Rekomendasikan Indonesia Lakukan Delapan Tindakan Hadapi Virus Corona

Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, menyatakan dukungannya terkait pembentukan satuan tugas (satgas), dengan turut mengimplementasikan pola hidup bersih di lingkungan DPRD.

“Dari masuk gedung ini kita sudah cuci tangan, cek suhu tubuh dan sebagainya, mudah-mudahan ini bisa kita tularkan ke masyarakat luas juga, tidak hanya di gedung DPRD saja,” harapnya, ketika diwawancara awak media, Jumat (13/3/2020).

Dirinya juga mengatakan sudah memberitahu konstituennya bagaimana cara menjaga dan mematuhi pergub kesehatan ini.

“Terpenting satu, tidak boleh panik dan kita harus tenang. Nah, pemerintah sudah membuat langkah-langkah baik berbetuk satgas apa pun, kalau memang itu membutuhkan dana darurat kita akan geser dari dana lain,” cetusnya.

Mengenai adanya permintaan dari anggota DPR RI agar menutup Bali dari wisatawan yang hendak datang ke Bali, Adi Wiryatama mengatakan bahwa h tersebut masih dikaji dengan Gubernur Bali.

“Kita akan bicarakan itu (mengenai permintaan), jadi tidak semerta-merta menutup. Kita tinjau dulu sejauh mana efektivitasnya kalau kita tutup, karena Bali ini daerah pariwisata, daerah terbuka,” tutupnya. (*)

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved