Polres Badung Turunkan 500 Personel Saat Malam Pengerupukan Nyepi
Selain pengamanan jajaran polres Badung juga akan melihat peredaran miras yang bisa saja dbanyak di konsumsi menjelang pawai ogoh-ogoh berlangsung
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Untuk menjaga situasi yang kondusif, jajaran personel polres Badung mulai mengambil ancang-ancang dalam pengamanan malam pengerupukan menjelang hari raya nyepi.
Bahkan dalam pengamanan nyepi tersebut pihaknya akan menurunkan ratusan personel Polres Badung.
Selain pengamanan jajaran polres Badung juga akan melihat peredaran miras yang bisa saja banyak di konsumsi menjelang pawai ogoh-ogoh berlangsung.
Bahkan untuk peredaran aparat kepolisian dari polres Badung akan langsung menyasar para penjual miras.
• WHO Rekomendasikan Indonesia Lakukan Delapan Tindakan Hadapi Virus Corona
• Sebelum Sampai Jembrana, Pasien PDP Sempat Transit di Embarkasi Juanda
• Sertijab 12 Orang di Polres Badung, Pejabat Baru Diminta Pahami Titik Rawan
“Untuk miras kita batasilah pembeliannya. Kita akan menyasar reseler atau penjualnya langsung,” ujar Kapolres AKBP Roby Septiadi, SIK saat ditemui Jumat, (13/3/2020).
Pihaknya mengatakan pada perayaan hari raya nyepi ini ia akan melakukan tindakan tegas, jika ada masyarakat yang melakukan tindakan melanggar hukum.
Meski belum ada tingkat kerawanan pada saat perayaan hari raya nyepi dirinya mengaku tetap akan melakukan pengamanan sebagai antisipasi.
“Tentu kalau sudah anarkis atau melanggar hukum, tetap kita akan melakukan tindakan tegas,” bebernya.
Disinggung mengenai jumlah personil yang akan diturunkan untuk pengamanan, pihaknya mengaku akan menurunkan sebanyak 400 sampai 500 personil.
Bahkan semua itu akan tersebar di beberapa persimpangan jalan.
“Pada hari harya nyepi kita akan turunkan 2/3 kekuatan atau 400 sampai 500 personil. Selain itu pada malam pengerupukan kita juga dibantu dengan babinsa dan juga aparat desa setempat,” jelasnya.
Sebelum melakukan pengamanan pihaknya pun akan berkoordinasi dengan aprat desa setempat, pecalang dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti satpol PP.
Bahkan pihaknya menginginkan nantinya di masyarakat tidak ada gesekan yang mengakibatkan fatal.
“Ini kan merupakan budaya Bali, Marilah kita jaga, agar tidak terjadi yang kita tidak inginkan. Terutama kita jaga keamanan dan kenyamanan yang ada di Bali kususnya Badung,” katanya.
Ia pun menjelaskan saat ini di polres Badung sudah memeliki pejabat baru. Pihaknya berharap, dengan adanya pejabat baru di lingkungan Polres Badung pengamanan hari raya nyepi akan lebih baik.
“Pejabat-pejabat baru ini merupakan batrai atau tenaga bagi kami. Sehingga kami inginkan ada gebrakan dan masyarakat Badung pun menginginkan hal itu. Iya setidaknya ada inovasilah,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kapolres-akbp-roby-septiadi-sik.jpg)