Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

KRISIS Air di Pecatu Segera Selesai, Adi Arnawa Target Tuntas 20 Februari 2026!

Pihak Perumda pun diminta putar otak, untuk mendapatkan air bersih agar bisa sampai ke wilayah Pecatu dan sekitarnya.

Tayang:
Istimewa
SOSOK - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. 

TRIBUN-BALI.COM - Krisis air bersih di wilayah Desa Pecatu, Kuta Selatan Badung sampai saat ini masih dirasakan. Padahal Pemkab Badung melalui Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sebelummya berjanji persoalan air bersih itu akan selesai pada akhir 2025, namun sampai saat ini belum juga tuntas.

Warga Desa Pecatu dan sekitarnya di wilayah Badung Selatan, pun mempertanyakan masalah itu. Mengingat sebelumnya, Adi Arnawa sempat mengancam akan mencopot jajaran direksi Perumda Tirtamangutama jika tidak bisa menyelesaikan masalah air bersih di Badung Selatan.

Pihak Perumda pun diminta putar otak, untuk mendapatkan air bersih agar bisa sampai ke wilayah Pecatu dan sekitarnya. Sehingga masalah air bersih di Badung bisa diselesaikan.

Baca juga: MISTERI Kematian Sari Masih Tanda Tanya, Polisi Belum Kantongi Hasil Visum, Kasus Mayat di Batubulan

Baca juga: DANA Rp100 Miliar, Target Rampung Desember 2026, Poliklinik Terpusat RSUD Wangaya Mulai Dibangun!

Menyikapi hal itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan air bersih di Badung Selatan secepatnya. Pihaknya tidak memungkiri bahwa dirinya sempat memastikan ketersediaan air bersih ini selesai pada akhir tahun 2025.

Akan tetapi, dalam pelaksanaannya terjadi sejumlah kendala sehingga masih perlu waktu. Perjalanan dinilai tidak mulus dan tidak mudah sehingga pihaknya memperkirakan penyelesaian dilakukan pada beberapa bulan ke depan.

"Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau PDAM Badung sendiri sejatinya telah mengambil langkah-langkah mulai dari penambahan air baku sampai dengan penyediaan infrastrukturnya. Pipa bawah laut saat ini juga telah terpasang," ujarnya Rabu (7/1).

Adi Arnawa mengaku memang meminta paling lambat hingga akhir 2025. Namun ternyata ada masalah salah satu kendala yang saat ini masih dihadapi adalah permasalahan listrik.

"Ternyata listrik belum dianggarkan. Sekarang sudah ada, kemarin di 2025 belum dianggarkan sekarang sudah dianggarkan," katanya.

Dengan upaya-upaya ini bupati optimis dalam waktu dekat proyek ini sudah rampung, sehingga air sudah bisa mengalir ke Badung Selatan utamanya wilayah Pecatu.

"Paling lambat, saya minta 20 Februari itu sudah mengalir. Astungkara ini kelihatannya sih saya punya keyakinan ini akan tercapai itu. Malah mungkin sebelum 20 (Februari)," kata Adi Arnawa.

Disinggung soal ancaman mencopot apabila direksi PDAM gagal mencapai target, bupati tidak memberi jawaban jelas. "Ya, nanti kita lihat. Kalau memang enggak bisa ya mohon maaf, ya kita ganti," imbuhnya. (gus)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved