Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Indonesia Darurat Corona, Kariyasa Minta Pemerintah Setop Kunjungan Wisman ke Bali

Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan pemerintah diharapkan bekerja lebih serius untuk menanggulangi virus corona

Tayang:
Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ragil Armando
Foto I Ketut Kariyasa Adnyana 

Jika pemeriksaan di Bandara tidak terdapat tanda-tanda terinfeksi virus Corona, itu tidak menjamin bahwa mereka benar-benar bebas dari virus Corona tersebut.

"Tidak menjamin apa yang dideteksi di bandara bahwa mereka tidak terkena Corona. Buktinya ini (warga negara Inggris postitif Corona yang meninggal di RSUP Sanglah) tidak terdeteksi di bandara," katanya.

Dirinya juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut hampir diterapkan oleh seluruh negara di dunia.

"Jadi kita harus berani ambil sikap disetop dulu. Karena sekarang hampir semua negara sudah menyetop. Kalau tidak melakukan seperti itu takutnya berat nanti kita dalam melakukan proses identifikasi, biar tidak jadi endemik. Jangan sampai nanti virus Corona seperti terjadi pada babi di Bali, banyak yang mati, jadi mewabah," katanya.

Ia mengakui, kebijakan ini akan berdampak pada pariwisata.

Tetapi, hal ini perlu diambil guna mencegah hal tersebut makin parah.

Ia mencontohkan keberanian pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang mengambil kebijakan seperti itu, padahal itu terkait dengan kegiatan keagamaan.

"Di Bali ini urusan pariwisata. Urusan agama saja disetop oleh Arab Saudi, kan. Mereka nyetop juga untuk umroh, dsb. Apalagi ini pariwisata," ujarnya.

Menghentikan sementara kunjungan wisatawan itu bisa menjadi masa jeda untuk pariwisata Bali.

Apalagi saat ini kunjungan wisatawan sudah menurun drastis semenjak isu virus Corona ini merebak.

Keran kunjungan wisatawan tentu dibuka kembali ketika Bali sudah benar-benar terbebas dari virus tersebut.

"Kondisi pariwisata ini tentu kalau istilah Bali Mulat Sarira, membersihkan diri dulu. Apalagi kita mau merayakan hari raya Nyepi, moment membersihkan diri. Dalam konteks sekarang Di Bali dibersihkan dulu penyakitnya. Baru nanti dalam keadaan streril, lihat perkembangan dunia internasional," ujarnya.

Selain menghentikan sementara kunjungan wisatawan, Kariyasa juga meminta untuk segera dilakukan pengambilan sampel masyarakat di Bali, apalagi yang pernah berinteraksi dengan pasien, untuk memastikan di kemudian hari bahwa Bali steril dari virus Corona.

"Yang terpenting pengambilan sampel harus mulai dilakukan secepatnya. Karena ini masa inkubasinya 14 hari, masa menyebarkan virus ya. Di Inggris itu sekarang tiap hari 10 ribu diambil sampel. Rumah Sakit, Pemprov, kabupaten, desa Dinas duduk bersama, harus ada pemeriksaan, diambil sampel. Tiap desa diambil sampelnya berapa. Kerahkan ambulance yang khusus, untuk keliling. Sehingga nanti tidak ada yang terbengkalai," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved