Punya Ciri Khas Nada, Pencurian Daun Gamelan Seronggo Kaja Gianyar Disesalkan Kelian Adat
“Ini bukan gamelan biasa bagi kami. Sangat kami sucikan, bahkan siapapun tidak kami kasi melangkahi gamelan ini,” ujarnya.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Kelian Adat Banjar Seronggo Kaja, Gianyar, Bali, Pande Made Sudarsana mengatakan, pihaknya tidak akan langsung mengganti daun gamelan yang hilang ini dengan yang baru.
Sebab pihaknya terlebih dahulu ingin mengetahui kebenaran terkait hilangnya daun gamelan gong kebyar itu.
Bahkan langkah niskala pun akan ditempuhnya untuk mengetahui permasalahan ini.
“Tentu, kami akan cari tahu juga secara niskala, sembari menunggu hasil di kepolisian. Apalagi ini bukan gamelan sembarangan bagi kami,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (13/3/2020).
• Pemprov Bali Berencana Siapkan 44 Ruang Isolasi untuk PDP Covid-19
• BRSU Tabanan Menerima Pasien Dalam Pengawasan Corona Berusia 4 Tahun
• 3 Hari Terakhir Kedatangan Wisman di Bandara I Gusti Ngurah Rai Turun Hingga 20 Persen
Pande mengungkapkan, gamelan tersebut dibeli sejak tahun 1995, dan sejak 1998 hingga beberapa tahun belakangan ini, selalu digunakan untuk mewakili Kabupaten Gianyar dalam ajang gong kebyar, di Pesta Kesenian Bali (PKB).
“Sudah sering dipakai mewakili gong kebyar di PKB sejak 1998. Gong Kebyar PKK tahun 2008 dan gong kebyar dewasa tahun 2014,” ujar Pande.
Selain itu, di bawah asuhannya, gong kebyar ini juga terus melahirkan generasi seniman Kabupaten Gianyar.
“Ini bukan gamelan biasa bagi kami. Sangat kami sucikan, bahkan siapapun tidak kami kasi melangkahi gamelan ini,” ujarnya.
• Karyawan Bergaji hingga Rp 16 Juta Per Bulan Bebas Pajak Penghasilan Mulai April 2020
• Kemenparekraf Ajak Masyarakat Rasional Hadapi Wabah Virus Corona, Keluarkan SE untuk Cegah Perluasan
• Thermoscanner Kini Jadi Barang Langka di Denpasar, Harganya Bisa Mencapai Rp 2 juta Lebih
Selain itu, Pande juga mengungkapkan nada gamelan ini telah memiliki ciri khas, dan tidak sedikit seniman di luar Gianyar yang memakai laras gamelan ini sebagai contoh nada gamelan, untuk dipakai festival.
“Banyak dari Denpasar, Badung ke sini minta contoh nada. Makanya kami sangat menyesalkan pencurian ini,” tandasnya.
Sebelumnya telah diberitakan, dua buah gamelan gong kebyar milik Banjar Seronggo Kaja, Desa Seronggo, Gianyar, Bali digasak maling.
Kasus ini baru diketahui oleh warga setempat, Kamis (12/3/2020) sekitar pukul 16.00 Wita. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kelian-adat-banjar-seronggo-kaja-pande-made-sudarsana.jpg)