Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Cegah Corona Meluas, PSR Ikut Dukung Wacana Bali Setop Sementara Wisman

PSR mendukung adanya wacana lockdown, Ia menilai kunjungan wisman tersebut memiliki pengaruh dan resiko besar penularan virus Corona

Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kedatangan penumpang internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang harus melewati thermal scanner dan menyerahkan Health Alert Card yang telah diisi sebelumnya 

TRIBUN-BALI.COM,DENPASAR - Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Putu Supadma Rudana alias PSR mendukung adanya wacana lockdown atau menyetop sementara kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Bali.

Ia menilai kunjungan wisman tersebut memiliki pengaruh dan resiko besar penularan virus Corona ke masyarakat.

"Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tentu akan berpengaruh kepada risiko bali akan tertular virus corona," katanya, Jumat (13/3/2020).

Ia bahkan memuji sikap beberapa negara seperti Italia, Irlandia, Denmark, dan Tiongkok yang melakukan hal tersebut sebagai bagian dari mengamankan negaranya dari ancaman virus Corona.

Latihan Tertutup, Manajemen Bali United Utamakan Keselamatan Pemain dari Ancaman Virus Corona

Lahir Sabtu Wage Medangsia, Bagaimana Perjalanan Hidupnya ?

Ramalan Zodiak Asmara 14 Maret, Leo Jangan Memperburuk Situasi, Hubungan Scorpio Memasuki Babak Baru

"Kebijakan negara-negara lain telah mengambil sikap yang memang tujuannya pertama mengamankan warga negaranya agar tidak tertular virus Corona," paparnya.

Bahkan, negara-negara tersebut memiliki sistem tanggap bencana yang cukup baik guna menghadapi wabah seperti Corona ini.

"Kedua, stimulus juga diberikan guna menjaga perekonomian di negara atau daerah tersebut. Ketiga, wajib pemerintah tentu berpikir tentang mitigasi bencana secara baik dan menyeluruh agar memang ada suatu konsep perencanaan dan pelaksanaan yang baik untuk mengamankan warga kita," jelasnya.

Hal ini berbanding terbalik dengan pemerintah Indonesia yang terkesan gagap dalam melakukan pencegahan virus tersebut.

Padahal ia sudah sejak lama mengingatkan hal tersebut ke pemerintah pusat.

"Saya melihat ada keterlambatan dari awal dimana saya telah mengingatkan di sidang paripurna pada 6 Februari 2020 agar segera dilakukan penanganan dan mitigasi yang menyeluruh dengan melakukan tindakan proaktif dimana mana, serta melakukan pembatasan di pintu-pintu masuk negara kita," tambahnya.

Khusus untuk Bali sendiri, Ia meminta Pemprov Bali untuk meniru kebijakan yang dilakukan oleh Gubernur Anies Baswedan di DKI Jakarta yang menutup beberapa pusat keramaian selama dua minggu ke depan untuk mencegah semakin tersebarnya virus Corona.

"Di Jakarta beberapa tempat telah dilakukan penutupan antara lain monumen museum, tempat rekreasi seperti Ancol dan kota tua akan ditutup selama 2 minggu. Car free day pun ditiadakan selama 2 minggu," ujarnya.

"Pemerintah daerah DKI Jakarta mengambil sikap tersebut. Jadi harus ditimbang bagaimana solusi terbaik untuk Bali, jangan hanya mementingkan sektor ekonomi tapi mengabaikan kesehatan dan keselamatan warga krama Bali," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved