Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dua Bulan 264 Kasus DBD di Gianyar, Dinkes Minta Jumantik & Masyarakat Aktif Berantas Sarang Nyamuk

Dalam dua bulan pertama tahun 2020, penderita DBD di Gianyar menyentuh angka 264 kasus

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
istimewa
ILUSTRASI demam berdarah. Dua Bulan 264 Kasus DBD di Gianyar, Dinkes Minta Jumantik & Masyarakat Aktif Berantas Sarang Nyamuk 

Dua Bulan 264 Kasus DBD di Gianyar, Dinkes Minta Jumantik & Masyarakat Aktif Berantas Sarang Nyamuk

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Di tengah isu Covid-19, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), luput dari sorotan masyarakat.

Padahal jumlah penderita DBD di Kabupaten Gianyar, terus mengalami peningkatan siginifkan sejak awal tahun 2020.

Diduga, antisipasi DBD oleh masyarakat, kurang menjadi prioritas, dibandingkan antisipasi terhadap Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar, Minggu (15/3/2020), Januari 2020 jumlah pederita DBD yang dilaporkan secara resmi ke pemerintah mencapai angka 132 kasus.

Februari 2020 jumlah kasus sama, yaitu 132 kasus DBD.

Artinya, dalam kurun waktu dua bulan ini, penderita DBD sudah menyentuh angka 264 kasus.

Pas Saya Datang, Dia Putus Napas, Kesaksian Bupati Belu Lihat Pasien DBD Meninggal di Depan Mata

22 Kasus DBD di Jembrana Sepanjang Maret, Dua Bocah Meninggal, 62 Kasus di Triwulan 2020

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Gianyar Anak Agung Sukamawa mengatakan, data tersebut sesuai laporan UPT Kesmas di tujuh kecamatan.

“Jumlah penderita DBD kebetulan di Januari dan Februari jumlahnya sama. Untuk data Per Maret, belum kami terima, karena rekapitulasinya per bulan. Kami berharap jumlahnya menurun dibandingkan bulan lalu,” harapnya.

Agung Sukamawa menyebutkan, kondisi ini diduga karena rendahnya partisipasi masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk, dengan melakukan PSN dan 3M plus.

Hal tersebut tercemin dari masih rendahnya angka bebas jentik di Kabupaten Gianyar, yakni 95 persen.

Seharusnya, jika ingin terhindar dari DBD, angka bebas jentik ini mencapai angka maksimal.

Tak hanya itu, pihaknya juga menilai belum maksimalnya pembentukan juru pantau jentik di desa-desa.

Waspada Kasus DBD Mulai Muncul di Kota Denpasar, Alami Peningkatan Saat Musim Hujan

Kasus DBD di Denpasar Sebanyak 163 Kasus, Meningkat Setiap Minggu

“Intinya, masyarakat harus berpartisipasi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, kebersihan adalah kunci pencegahan berkembang biaknya jentik nyamuk. Kader jumantik harus bekerja lebih keras lagi dalam menghadapi musim ini,” ujarnya.

Kabid Humas RSUD Sanjiwani Anak Agung Gde Putra Parwata mengatakan, jumlah pasien yang ditangani di RSUD Sanjiwani mengalami peningkatan signifikan di banding tahun lalu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved