Alkohol 70% Langka Tak Usah Panik, Cukup Rajin Cuci Tangan dengan Sabun
Persering cuci tangan menggunakan sabun, di air yang mengalir sudah cukup untuk membuat virus mati, dan tidak menginfeksi.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Bambang Wiyono
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Warga di Klungkung sedang mengeluhkan kelangkaan antiseptik untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
Bahkan, alkohol 70 persen sebagai bahan utama antiseptik, sudah langka di pasaran.
Menanggapi hal ini, Kadis Kesehatan dr Made Adi Swapatni meminta masyarakat tidak resah. Karena dapat menggunakan sabun untuk pembersih tangan, sebagai pengganti alkohol 70 persen yang terkandung dalam berbagai produk antiseptik.
“Kondisi di Klungkung, antiseptik juga sudah mulai langka di pasaran. Ini yang juga membuat masyarakat resah," ujar Kadis Kesehatan dr Adi Swapatni, Selasa (17/3/2020).
Namun menurutnya, masyarakat tidak perlu resah, selama tetap menerapkan hidup sehat dan bersih.
Misalnya persering cuci tangan menggunakan sabun, di air yang mengalir.
Hal itu sudah cukup untuk membuat virus mati, dan tidak menginfeksi.
“Sebenarnya cuci tangan dengan sabun jenis apapun, di air mengalir sudah bisa mencegah penularan virus. Karena virus yang menempel di tangan sudah pecah, dan tidak bisa menginfeksi," jelasnya.
Karenanya, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mencuci tangan sesering mungkin.
Serta mengikuti imbauan pemerintah, agar membatasi kontak antar-warga.
Sementara penyemprotan disinfektan juga semakin sering dilakukan di beberapa tempat publik di Klungkung.
Seperti Selasa (17/3), penyemprotan dilakukan di objek wisata Kertha Gosa, Goa Lawah, serta Pasar Seni Semarapura.
Anggaran Tak Terduga
Sampai saat ini, upaya dalam pencegahan penyebaran virus corona di Klungkung, belum sampai menggunakan dana tidak terduga.
Menurut Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, Pemkab memasang anggaran tidak terduga mencapai Rp 500 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-cuci-tangan.jpg)