Breaking News:

Ogoh-Ogoh 'Subrada Larung' Sidakarya Gunakan Bahan Ramah Lingkungan Kerupuk Udang

Ogoh-ogoh yang diberi nama 'Subrada Larung' memiliki keunikannya sendiri yaitu berlapis kerupuk udang mentah.

Penulis: Noviana Windri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Noviana Windri
Ogoh-ogoh 'Subrada Larung' STT Dharma Castra, Banjar Tengah, Sidakarya, Denpasar Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Para STT yang berada Kecamatan Denpasar Selatan berlomba-lomba membuat ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan.

Salah satunya adalah STT Dharma Castra, Banjar Tengah, Sidakarya, Denpasar Selatan.

Ogoh-ogoh yang diberi nama 'Subrada Larung' memiliki keunikannya sendiri yaitu berlapis kerupuk udang mentah.

Pembuatan ogoh-ogoh dimulai sejak Januari 2020 yang terbagi menjadi beberapa proses pembuatan.

Proses pertama, ngelas, di mana pada tahap ini membuat kerangka dan panggung ogoh-ogoh dengan pengelasan.

Jepang Kini Jual Tes Kit PCR, Mampu Deteksi Virus Corona Hanya Dalam 15 Menit

Antiseptik di Klungkung Langka, Kadis Kesehatan Minta Jangan Resah, Cukup Cuci Tangan dengan Sabun

Dinkes Tabanan Berikan Langkah Periksa Kesehatan Pasca Merebaknya Virus Corona

Proses kedua, ngulat di mana pada tahap ini adalah proses inti dari sebuah ogoh-ogoh.

Proses ngulat adalah pembentukan dasar tubuh dan bagian tubuh lain seperti kepala ogoh-ogoh dari bambu yang telah diraut.

Proses ketiga, nembel dimana pada proses ini proses menutupi tubuh ogoh-ogoh dengan koran bekas dan kertas coklat yang telah diberikan lem.

Proses pembentukan otot, di mana pada proses ini adalah lanjutan dari proses nembel dimana tubuh ogoh-ogoh dibentuk sedemikian rupa agar terlihat lebih nyata.

Auto2000 Wilayah Kalimantan Bali Nusra Optimistis Angka Penjualan Stabil di Tengah Pandemi Covid-19

Cegah Penyebaran Covid-19, Puluhan Tahanan Polres Badung Diajak Jaga Kondisi dengan Olahraga

Kebijakan Pelayanan Publik di Banyuwangi: MPP Tetap Buka, Petugas Tak Lagi Bersalaman dengan Warga

Proses terakhir, mayasin dimana pada proses ini ogoh-ogoh diberikan atribut payasan Bali sebelum menuju proses finishing.

Pada tahun ini, ogoh-ogoh 'Subrada Larung' dari STT Dharma Castra mempergunakan bahan ramah lingkungan yaitu menggunakan kardus dan kerupuk udang mentah.

Kerupuk udang mentah sendiri digunakan pada bagian sisik naga dan badan raksasa.

Sedangkan kardus digunakan pada bagian perut naga.

Tak lupa, pengecatan juga dilakukan dalam pembuatan ogoh-ogoh 'Subrada Larung' yaitu pada tubuh ogoh-ogoh dan properti ogoh-ogoh. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved