Corona di Indonesia

Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman

Pertamina memastikan BBM dan elpiji terus tersedia untuk memenuhi aktivitas sehari-hari masyarakat

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Petugas SPBU tengah mengisi tangki kendaraan bermotor di SPBU Pertamina Batuan, Sukawati 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Semenjak ditetapkan status Corona Virus Disease (COVID-19) menjadi Pandemi oleh World Health Organization (WHO), yang diikuti pemerintah setempat dalam mengambil kebijakan bekerja dari rumah dan meliburkan sektor pendidikan selama 14 hari.

Pertamina tetap menjalankan proses bisnisnya dalam memenuhi kebutuhan energi untuk masyarakat serta memastikan stok BBM dan elpiji selalu aman.

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V – Jatimbalinus, menyikapi keadaan ini dengan memastikan BBM dan elpiji terus tersedia untuk memenuhi aktivitas sehari-hari masyarakat.

Dalam keadaan ini juga, Pertamina terus memantau penyaluran BBM dan elpiji, khususnya untuk di wilayah Bali.

BRSU dan Lapas Tabanan Setop Kunjungan, Rumah Sakit Terapkan Minimal Pengunjung Pasien

Imbas Virus Corona, Pebisnis Hotel Desak Pemeritah Evaluasi Stimulus Pariwisata

Paksa Nge-Gym, Kondisi Cedera Andhika Wijaya Semakin Parah

Unit Manager Communication & CSR MOR V – Jatimbalinus, Rustam Aji, menyatakan bahwa Pertamina telah menyiapkan strategi penyaluran apabila sewaktu-waktu diperlukan pasokan ke daerah-daerah tertentu. 

“Hingga saat ini, Pertamina tetap memberikan pelayanan untuk kebutuhan energi masyarakat, salah satu caranya adalah dengan menerapkan fit to work dan cek kesehatan untuk awak mobil tangki yang mendistribusikan BBM,”ujarnya, Selasa (17/3/2020).

Semangat menyalurkan energi ini juga dikoordinasikan dengan SPBU-SPBU untuk memberikan alat preventif medis seperti masker, sarung tangan, serta sanitizer kepada operator sebagai garda depan Pertamina dalam menyalurkan BBM kepada konsumen.

“Kepada pekerja di area operasi, kami menerapkan standar operasional prosedur seperti pengukuran suhu tubuh pekerja yang akan melaksanakan tugasnya serta memberikan pengaturan jam kerja yang baik untuk menjaga stamina dari para pekerja ini,” tambah Rustam.

Memasuki minggu ke-3 di bulan Maret 2020, penyaluran BBM di wilayah Bali untuk jenis gasoline rata-rata mencapai 2.400 KL/hari, sementara untuk jenis gasoil rata-rata mencapai 515 KL/hari. 

“Secara total, realisasi sampai dengan pertengahan Maret ini, Pertamina telah menyalurkan BBM jenis gasoline sebanyak 37.000 KL/hari dan BBM jenis gasoil sebanyak 7.700 KL/hari”, tambahnya.

Untuk penjualan elpiji, Pertamina telah menyalurkan elpiji PSO dengan rata-rata harian sebesar 745 MT/hari dan elpiji NPSO Rumah Tangga sebesar 16 MT/hari.

“Secara total, realisasi sampai pertengahan Maret ini, Pertamina telah menyalurkan elpiji PSO sebesar 8.900 MT/hari dan elpiji NPSO Rumah Tangga sebesar 196 MT/hari," sebutnya. 

PT Pertamina (Persero) memastikan pelayanan kepada masyarakat serta pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (elpiji) dalam kondisi aman.

Saat ini, Ketahanan stok BBM dan elpiji untuk seluruh produk, secara nasional rata-rata di atas 20 hari.  

Sebagai BUMN yang berperan strategis untuk melayani energi, Pertamina tetap fokus dan memastikan proses penyediaan energi mulai dari fungsi hulu migas, kilang, distribusi hingga pemasaran tetap berjalan baik.

"Sehingga ketersediaan dan penyaluran BBM dan elpiji di seluruh tanah air juga tetap lancar," tegasnya. 

Masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan pelayanan Pertamina dan melaporkan apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk Pertamina melalui Pertamina Call Center di nomor 135.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved