Corona di Indonesia

Masker, Hand Sanitizer dan Disinfektan Langka, Pemprov Bali Minta Asosiasi Tambah Penyaluran Produk

Berbagai sarana terkait pencegahan penyebaran Covid-19 yang dimaksud yakni berupa masker, pembersih tangan (hand sanitizer) dan disinfektan.

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dengan didampingi beberapa jajarannya melakukan konferensi pers di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Bali, Rabu (18/3/2020). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meminta kepada para asosiasi dan agen berbagai sarana terkait pencegahan penyebaran coronavirus desease 2019 (Covid-19) menambah penyaluran produknya ke Pulau Dewata.

Berbagai sarana terkait pencegahan penyebaran Covid-19 yang dimaksud yakni berupa masker, pembersih tangan (hand sanitizer) dan disinfektan.

"Saya meminta kepada semuanya untuk melakukan upaya-upaya semaksimal mungkin agar pasokan atau suplai yang diberikan ke Bali bisa bertambah," pinta Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penganggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra saat konferensi pers di Kantor Gubernur Bali, Rabu (18/3/2020) sore.

Dewa Indra mengatakan, pihaknya juga sudah mengundang semua asosiasi dan agen tersebut guna duduk bersama membicarkan permasalahan kelangkaan masker, hand sanitizer dan disinfektan.

Bali Diguncang Gempa M 6,3, BMKG: Pentingnya Memahami Ancaman Zona Outer Rise Selatan Bali

Kunjungan Warga Binaan Dihentikan Sementara Hingga 1 April, Diganti dengan Video Call

China Melaporkan Tidak Ada Kasus Baru Virus Corona Domestik Untuk Pertama Kalinya

"Kami sudah mengundang semua (untuk mengajak berbicara)," kata mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu.

Dewa Indra menjelaskan, bahwa upaya penyediaan berbagai sarana pencegahan penyebaran Covid-19 ini sebagai agenda nomor dua dari lima agenda Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali.

Diakui olehnya bahwa berbagai jenis barang ini memang sudah mengalami kelangkaan secara nasional sejak munculnya wabah Covid-19.

Melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali pihaknya juga mengaku telah memberikan dukungan berupa rekomendasi agar agen-agen yang ada di Bali bisa mendapatkan penambahan suplai.

Rekomendasi itu diberikan apabila para agen di Bali bersedia untuk tidak melakukan penimbunan.

"Dan mereka sudah berkomitmen," tuturnya didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali Gede Pramana; serta Kepala Bidang Publikasi dan Dokumentasi Diskominfos Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanatha. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved