corona di Indonesia
Permintaan Para Petugas Medis yang Tangani Covid-19: Berdiam Diri Lah di Rumah
Langkah tersebut perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19 semakin luas di Indonesia.
TRIBUN-BALI.COM - Presiden Joko Widodo telah mengimbau kepada rakyat Indonesia untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.
Langkah tersebut perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19 semakin luas di Indonesia.
Namun, imbauan tersebut tidak sepenuhnya diikuti masyarakat dengan beragam alasan.
Kondisi tersebut memprihatinkan di tengah merebaknya virus Corona.
• Petugas Perketat Pintu Masuk Bali di Padang Bai, Pengunjung Diperiksa Suhu Tubuhnya
• Hingga 20 Maret 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Karantina Uang Sejumlah Rp 223 Miliar
• Bantu Klub di Tengah Wabah Corona, Para Pemain Klub Bundesliga Jerman Siap Potong Gaji
Di sisi lain, para tenaga medis tengah berjuang menyelamatkan pasien Covid-19 yang jumlahnya semakin melonjak.
Dampaknya, tenaga medis kini kewalahan.
Misalnya, Melati, bukan nama asli, salah satu perawat di rumah sakit rujukan Pemerintah untuk menangani covid-19.
Ia mengatakan, banyaknya orang yang ke luar rumah bakal menambah beban tenaga medis nantinya.
Pasalnya, ketika warga ke luar rumah, maka risiko penularan Covid-19 semakin besar.
“Masyarakat yang belum sadar itu benar-benar memperberat kerja tenaga medis. Dia yang awalnya baik-baik aja, sehat, eh terus dia jalan-jalan. Pulang jalan dia malah demam, batuk, pilek. Lalu pas diperiksa malah jadi suspect covid-19,” ucap Melati kepada Kompas.com, Jumat (20/3/2020).
Ia juga kesal melihat anak-anak muda yang belum sadar betapa bahaya dia keluar rumah di tengah merebaknya covid-19.
Ia menyinggung mereka yang berlibur ke Puncak, Bogor, ketika tempat-tempat wisata di Jakarta ditutup
Ia menekankan, penyebaran covid-19 kini jangkauannya luas, tidak hanya dari orang yang berpergian ke luar negeri atau ke daerah terinfeksi.
Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya pasien anak-anak muda yang diduga terinfeksi covid-19. Saat itu, ia menerima 15-20 orang pasien terduga atau suspect covid-19.
“Apa lagi anak-anak muda ke Puncak sama temen-temen, pulang dari Puncak jadi suspect covid-19. Kan kita enggak tahu ini ketularan di mana dan ditular sama siapa. Soalnya jangkauannya luas, berpergian ke luar negeri ke daerah terinfeksi bukan jadi parameter lagi sekarang,” ucap Melati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rs-rujukan.jpg)