Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Melasti di Pantai Padang Galak Denpasar, Dulu 5000 Kini 18 Orang

Kini pelaksanaan melasti tak meriah, tak ada mengusung pratima, dan tak melibatkan banyak orang.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Umat Hindu melaksanakan Melasti di Pantai Padang Galak, Denpasar, Minggu (22/3/2020). Pelaksanaan melasti kali ini hanya diikuti maksimal 25 orang dari setiap desa adat yang bertujuan untuk mencegah penyebaran Virus Corona. 

Walaun sedikit namun Ia mengaku tak mengurangi makna melasti ini.

"Yang dibawa ke segara hanya upakara lalu kita nunas tirta nanti tirta digunakan di desa. Untuk Tawur Kasanga sama dengan ini tanpa mengerahkan warga. Warga tetap sembahyang dari sanggah atau merajan masing-masing," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Bendesa Desa Adat Tonja, Made Budiasa.

"Kami mengikuti intruksi Gubernur dan kesepakatan bersama Walikota dan Majelis Desa Adat serta bendesa se-Denpasar tanggal 20 Maret kemarin," katanya.

Dalam pelaksanaan melasti ini hanya dikerahkan 18 krama saja ke segara.

"Kami ke segara ini ngaturang guru lan bendu piduka, kedua pakelem, ketiga nunas malarapan soda nunas tirta amerta di segara yang dipundut ke Bale Agung," katanya.

Sementara untuk pratima tak diusung ke pantai dan dilaksanakan secara ngubeng di Pura Bale Agung.

"Tahun lalu hampir semua turun dan sangat meriah. Tahun lalu hampir 5000-an yang datang hanya 18 orang. Hanya pengawin saja, dua pengawin desa dan dalem yang dibawa," katanya.

Ia berharap dengan menghaturkan guru dan bendu piduka dan menambahkan upakara caru panca sato di Pura Bale Agung dan menghaturkan caru eka sata ayam brumbun di Ulun Setra agar butha kala dalam wujud virus ini segera dinetralkan.

"Untuk parade ogoh-ogoh di tempat kami kini memasuki yang ke delapan. Tapi kami tunda sampai kondusif," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved