Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pembatalan Penyeberangan dari Sanur ke Nusa Penida Capai 70 Persen

Setidaknya ada 14 boat menganggur di Sanur, dampak merebaknya virus corona serta adanya penutupan tempat wisata

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Suasana penyeberangan di Sanur, Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setidaknya ada 14 boat menganggur di Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (22/2/2020) siang.

Ini adalah dampak merebaknya virus corona serta adanya penutupan tempat wisata, termasuk di Nusa Penida maupun Nusa Lembongan.

Seorang kapten boat, Putu Aryana mengaku sepinya penumpang boat telah dimulai sejak 20 Maret 2020 kemarin.

"Mudah-mudahan nanti tanggal 1 April sudah normal," katanya.

Pemerintah Indonesia Akan Datangkan Alat Rapid Tes Covid-19, Bagaimana Cara Kerjanya?

Arti Mimpi Menjadi Artis dan Bertemu Artis Pertanda Usaha Meraih Kesuksesan dan Introspeksi Diri

Menghadapi Situasi Buruk Hingga Memperoleh Kegembiraan, Ini Arti Mimpi Melihat Cahaya

Menurutnya, dalam sehari bisa mengangkut ratusan penumpang, namun belakangan hanya 20 orang.

Bahkan hari ini dirinya tak berangkat.

"Sepi sekali hari ini. Bahkan dari kemarin tidak berangkat. Biasanya sehari minimal 3 kali berangkat," katanya.

Selain itu, pembatalan penyeberangan juga banyak terjadi utamanya dari kalangan wisatawan.

Bahkan pembatalan penyeberangan ini terjadi hingga 70 persen.

"Kami selalu sediakan hand sanitizer, juga lakukan penyemprotan pagi sore dua kali semprot disinfektan," katanya.

Sementara itu, Staf Syahbandar Wilayah Kerja Sanur, Agus Prio Sudarma mengatakan intruksi Gubernur Bali terkait penutupan objek wisata sangat berdampak pada penyeberangan.

"Terjadi penurunan drastis. Bahkan beberapa operator boat tidak melakukan pelayaran karena sepi wisatawan jadi hanya melayani beberapa," katanya.

Menurutnya, penyeberangan kini hanya didominasi oleh masyarakat lokal yang pulang ke Nusa Penida atau Nusa Lembongan.

"Beberapa masyarakat lokal yang akan pulang kampung terkait Nyepi. Mungkin H-2 atau H-1 Nyepi ramai kami tidak tahu apa ada peningkatan," katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved