Prakiraan Cuaca 27-28 Maret 2020, Dominan Cerah Berawan dan Sejumlah Wilayah Akan Turun Hujan

BMKG Wilayah III Denpasar memprediksi cuaca per Jumat (27/3/2020) dan Sabtu (28/3/2020) umumnya cerah berawan dan berpotensi hujan

Prakiraan Cuaca 27-28 Maret 2020, Dominan Cerah Berawan dan Sejumlah Wilayah Akan Turun Hujan
Gambar oleh Keli Black dari Pixabay
Foto ilustrasi hujan lebat dan petir 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memprediksi cuaca per Jumat (27/3/2020) dan Sabtu (28/3/2020) umumnya cerah berawan dan berpotensi hujan secara tidak merata di wilayah Bali.

Pada Jumat (27/3/2020) siang, hujan ringan diperkirakan turun di wilayah Amlapura, Gianyar, Negara dan Semarapura, hujan sedang diperkirakan di wilayah Denpasar dan Tabanan, sedangkan Bangli dan Mengwi diperkirakan dalam kondisi hujan petir.

Sementara malam hingga dini hari, BMKG melalui lamannya bmkg.go.id memprediksi cuaca akan dalam kondisi cerah berawan.

Begitu pula pada Sabtu (28/3/2020) siang, di mana pada daerah Denpasar, Gianyar, Mengwi, dan Semarapura diprediksi hujan lokal, sementara hujan petir diprediksi terjadi di daerah Tabanan dan Bangli.

Wali Kota Tegal Terapkan Local Lockdown Selama 4 Bulan, Perbatasan Ditutup Beton

5 Gejala Ringan Virus Corona Yang Sering Disepelekan Mulai Demam Hingga Anosmia

Presiden Joko Widodo Mengikuti  KTT Luar Biasa  G20 dari Istana Bogor

Pada malam menjelang dini hari, cuaca umumnya cerah berawan secara merata di wilayah Bali dan hujan lokal yang diperkirakan hanya terjadi di Bangli.

Suhu udara berkisar antara 22 sampai 34 derajat Celcius, dengan kelembaban udara berkisar antara 60 sampai 95 persen.

Kecepatan angin diperkirakan mencapai 6 sampai 32 Km/Jam, di mana angin umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara.

Tinggi gelombang laut di Perairan Utara Bali berkisar antara 0.25 sampai 0.75 meter, di Perairan Selatan Bali berkisar antara 0.75 sampai 2 meter, di Selat Bali berkisar antara 0.25 sampai 2 meter dan di Selat Lombok berkisar antara 0.5 sampai 2 meter.

Selain hal ini disebabkan oleh wilayah Bali sedang dalam periode musim hujan, penyebab lainnya adalah aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) yang terpantau di kuadran 3 (Indian Ocean), di mana aktifnya MJO dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan awan konvektif yang menyebabkan terjadinya hujan.

Selain itu, suhu muka laut di sekitar wilayah Bali berkisar antara 30 sampai 31 derajat Celcius yang menyebabkan kondisi air laut hangat sekaligus memberikan kontribusi penguapan yang cukup untuk pembentukan awan-awan hujan, serta kontribusi dari massa udara basah yang terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 850 mb (1.500 m).

BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai potensi hujan lebat di wilayah tersebut di atas dan tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih terutama di Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan Bali.

Pihaknya juga terus mengimbau masyarakat terutama Nelayan dan Pelaku Kegiatan Wisata Bahari agar mewaspadai tingginya gelombang laut di sekitar perairan Selatan Bali.

Oleh karena tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir, BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti kilat/petir, angin kencang secara tiba-tiba, pohon tumbang, adanya genangan air, banjir dan tanah longsor. (*)

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved