Corona di Bali

Antisipasi Corona, 35 Liter Disinfektan Dihabiskan untuk Penyemprotan di Pasar Badung dalam Sehari

Setiap harinya, sekitar 30 liter hingga 35 liter disinfektan disemprotkan di Pasar Badung, Denpasar, Bali.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Pengunjung memasuki bilik penyemprotan disinfektan di depan pintu masuk Pasar Badung, Denpasar, Sabtu (28/3/2020). Pemasangan bilik penyemprotan ini untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Setiap harinya, sekitar 30 liter hingga 35 liter disinfektan disemprotkan di Pasar Badung, Denpasar, Bali.

Penyemprotan ini dilaksanakan setiap sore saat pasar akan tutup.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Umum Perumda Sewaka Dharma Kota Denpasar, AAN Yuliartha, Sabtu (28/3/2020).

"Untuk di Pasar Badung kurang lebih 30 sampai 35 liter perhari itu untuk penyemprotan benda. Kalau orang kami belum kalkulasi, karena baru mulai hari ini," katanya.

Penerbit Erlangga Serahkan Bantuan CSR Penanggulangan Covid-19 ke PHDI Bali

Stok Masker N95 Untuk Tenaga Medis di RSUP Sanglah Mulai Menipis

Susah Tidur Karena Hidung Tersumbat ?, Coba 3 Tips Ini Agar Bisa Tidur dengan Nyaman

Selain Pasar Badung, semua pasar yang berada di bawah pengelolaannya juga terus dilakukan penyemprotan.

"Semua, kami mengelola 16 pasar dan semuanya setiap akan tutup kami semprot disinfektan," katanya.

Rata-rata untuk pasar besar menghabiskan 30 - 35 liter disinfektan.

Sementara untuk pasar kecil seperti Pasar Pidada, Pasar Ketapian, Pasar Ubung, Pasar Abian Timbul maupun Pasar Gunung Agung rata-rata menghabiskan 16 liter.

Sementara itu, mulai pukul 05.00 Wita, dua bilik disinfektan atau Sterilization Chamber mulai dioperasikan di Pasar Badung, Denpasar, Bali.

Pengoperasian alat ini menyusul merebaknya virus corona belakangan ini sebagai langkah antisipasi agar tak merebak.

Yuliartha, mengatakan kedua bilik ini merupakan bantuan dari CSR yakni STIKI.

“Operasionalnya mulai jam 5 pagi setiap masyarakat yang mau berkunjung, berjualan, atau belanja ke Pasar Badung harus masuk bilik,” katanya.

Adapun cara kerja bilik ini yakni, setelah masyarakat masuk ke dalam bilik, mereka berputar sambil mengangkat tangan.

Nantinya sensor akan membaca gerakan dan akan keluar uap disinfektan.

Usai masuk bilik ini, barulah masyarakat bisa masuk ke dalam Pasar Badung.

“Untuk operasionalnya ini akan kami jalankan sampai ada imbauan dari pemerintah untuk dihentikan. Kami yang pasti menunggu arahan pimpinan,” imbuhnya.

Pihaknya berencana untuk melakukan penambahan bilik ini.

Namun saat ini masih melakukan kalkulasi terkait kesiapan dana dari Perumda Pasar sendiri.

“Untuk satu bilik seperti ini harganya kurang lebih Rp 5.5 juta,” akunya.

Penerapan bilik ini baru diterapkan di Pasar Badung saja, sementara untuk pasar lain masih menggunakan cara manual.

“Di pasar lain, masyarakat yang berbelanja kami semprot manual dengan disinfektan. Karena ke baju langsung maka takarannya beda dan sesuai dengan arahan Dinas Kesehatan,” imbuhnya. (*).

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved