KBM Online Mulai Dikeluhkan, Rektor ITB STIKOM Sebut Perlu Adanya Kreativitas Para Pendidik
“Tapi melihat kondisi sekarang, sebagai orangtua harus memakluminya. Ini kan juga menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak,” imbuhnya.
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali IKN Boy Jayawibawa menyampaikan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah secara daring akan diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Hal itu ia sampaikan bersamaan dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Nomor: 420/18871/Disdikpora tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Cobid-19) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali pada Jumat (27/3/2020).
Salah satu poin pada SE tersebut berbunyi tentang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun 2020 dibatalkan, termasuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK) 2020 bagi Sekolah Mengengah Kejuruan (SMK).
Menanggapi informasi itu, salah satu orangtua siswa yang anaknya menuntut ilmu di sekolah IT di Denpasar, menyatakan rasa keberatannya.
• Upacara Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih Diputuskan Tetap Digelar, Hanya Libatkan Krama Besakih
• BREAKING NEWS: Seorang Pasien Dalam Pengawasan RS Unud Dinyatakan Positif Covid-19
“Anak-anak belajar di rumah diperpanjang itu menurut saya kurang efektif. Anak-anak jadi tidak terlalu fokus dengan pelajarannya. Ini (KBM) memang lebih fleksibel, tapi yang saya lihat ini kurang efektif,” komentarnya ketika dijumpai di Denpasar, Sabtu (28/3/2020).
Kendati demikian, ibu tiga anak yang tak mau disebut namanya ini menambahkan mau tidak mau kebijakan pemerintah itu harus dilaksanakan karena menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak.
“Tapi melihat kondisi sekarang, sebagai orangtua harus memakluminya. Ini kan juga menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak,” imbuhnya.
Tak jauh berbeda, seorang ibu asal Pemogan mengatakan setuju dengan kebijakan yang dibuat pemerintah.
Hanya saja, dirinya menyampaikan agar tugas yang diberikan para guru dapat dikemas semenarik mungkin supaya anak-anak tidak bosan.
“Kalau tugasnya monoton terus, anak-anak bosan dan merengeknya ke orangtua,” katanya seraya tertawa.
Terkait hal itu, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali Dadang Hermawan menanggapi bahwa perlu adanya kreativitas dosen atau guru yang memberi tugas dan mencari sumber pembelajaran sebanyak-banyaknya bagi anak didiknya.
Hal ini dilakukan agar anak didik mereka tidak bosan dan dapat mengikuti KBM di rumah dengan tekun dan tidak keluyuran sehingga physical distancing dapat berlangsung dengan baik.
“Supaya tidak bosan, harus dicari sumber-sumber pembelajaran lain. Banyak kok, seperti di youtube, sumber-sumber di internet, yang bisa menjadi referensi bagi para dosen atau guru sehingga variasi daripada pembelajaran itu sendiri ada.
Nah ini banyak sekali caranya, cuman memang diperlukan kreativitas dari guru itu sendiri,” kata Dadang ketika dihubungi via telepon oleh Tribun Bali, Sabtu (28/3/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-stikom-bali-dadang-hermawan-dalam-wisuda.jpg)