Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Sekitar 15.000 Mahasiswa Tercatat Sebagai Relawan Kemanusiaan Melawan Covid-19

Rekrutmen Mahasiswa Relawan Kemanusiaan Melawan Covid-19 Ditutup, Pendaftar Tercatat Sebanyak 15.000 Orang

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay
Foto ilustrasi seseorang sedang berjabat tangan dan tulisan covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Ditjen Dikti bekerja sama dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Asosiasi Institusi Profesi Ners Indonesia (AIPNI), Asosiasi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI), dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) saling bergotong-royong untuk menghadapi masalah mengenai penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Melalui laman resminya kemdikbud.go.id, Kemendikbud mengundang mahasiswa tingkat akhir bidang kesehatan jadi relawan untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Para relawan bidang kesehatan ini nantinya secara sukarela membantu dan fokus dalam hal memberi edukasi mengenai pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19.

Ini Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Saat Berada di Rumah

Antisipasi Corona, 35 Liter Disinfektan Dihabiskan untuk Penyemprotan di Pasar Badung dalam Sehari

Penerbit Erlangga Serahkan Bantuan CSR Penanggulangan Covid-19 ke PHDI Bali

Mendikbud melalui siaran persnya menegaskan para relawan tidak terjun langsung menangani pasien, akan tetapi membantu program-progam komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat, melayani call center serta menyiapkan diri sebagai tenaga bantuan dalam kondisi darurat sesuai kompetensi dan kewenangannya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK UNUD) Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B, Sp.OT (K) menyampaikan di kampusnya mahasiswa relawan yang sudah terdaftar sebanyak 70 orang dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah.

“Sesuai edaran dari Mendikbud, mereka ini sebagai relawan untuk edukasi, nah ini kami tugaskan lewat BEM. Semua (imbauannya) dilakukan lewat online, jadi kami mengurangi kontak atau physical distancing,” ujar Dekan FK yang dilantik pada 2017 itu melalui sambungan telepon, Sabtu (28/3/2020).

Dirinya menambahkan, mahasiswa UNUD yang bersedia menjadi relawan ini berasal dari semua program studi di FK yang turut membantu sesuai dengan keilmuannya dan sesuai dengan proses pembelajarannya.

“Jadi mereka secara sukarela bekerja sesuai dengan keilmuan dan proses pembelajarannya melakukan edukasi lewat medsos ke masyarakat,” kata Ketut Suyasa.

Perlu diketahui dalam lingkup nasional, pada tahap pertama yang telah ditutup per Selasa (24/3/2020), sebanyak 15.000 mahasiswa di seluruh Indonesia yang telah tercatat untuk terlibat dalam program tersebut.

Para relawan ini nantinya akan diberi pembekalan secara daring yang dapat diakses melalui siaran langsung di akun youtube Kemendikbud RI.

Tidak hanya sebagai edukator, para relawan juga diberi pilihan fokus kegiatan relawan antara lain tracking, screening dan penanganan pasien di mana yang bertugas langsung ke lapangan akan dibekali alat pelindung diri (APD).

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved