Corona di Bali
Tenaga Medis Covid-19 RSUD Sanjiwani Belum Cek In di Hotel Gianyar
Tenaga Medis Covid-19 RSUD Sanjiwani Belum Cek In di Hotel Gianyar, Pihak hotel telah menyampaikan informasi ke rumah sakit
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Perjanjian kerjasama atau MoU antara Pemkab Gianyar dan manajemen Hotel Gianyar, terkait pemberian fasilitas kamar inap gratis untuk tenaga medis Covid-19 di RSUD Sanjiwani, belum dimanfaatkan oleh para tenaga medis, Minggu (29/3/2020).
Padahal selain Pemkab Gianyar, pihak hotel telah memberi tahu pihak medis sudah bisa langsung cek in sejak Sabtu (28/3/2020).
Pantauan Tribun Bali di Hotel Gianyar, yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari RSUD Sanjiwani ini, situasinya relatif sepi.
Tidak ada pihak yang terlihat berlalu-lalang di areal hotel.
• Pedagang Ini Keluhkan Harga Kebutuhan Pokok Naik, Ini yang Dikatakan Kepala Disperindag Karangasem
• Berjemur di Bawah Sinar Matahari Dapat Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Ini Langkah yang Tepat
• Masa Belajar Siswa di Rumah Diperpanjang, Disdikpora Badung Minta Orangtua Ikut Membimbing
Padahal hotel ini telah menyiapkan 30 kamar inap gratis untuk tenaga medis RSUD Sanjiwani, yang menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19.
Seorang resepsionis Hotel Gianyar, Linda membenarkan hal tersebut.
Ia berkata, hingga siang belum ada tenaga medis yang datang untuk cek in.
Namun, Ia menegaskan, pihaknya telah menyampaikan ke rumah sakit bahwa mereka saat ini sudah bisa cek in di Hotel Gianyar, Bali.
“Sekarang belum ada, kemungkinan nanti sore ada. Kami sudah menginformasikan ke rumah sakit, dokter ataupun perawat sudah bisa cek in,” ujarnya.
Bupati Gianyar, Made Mahayastra sebelumnya mengatakan, tenaga medis yang mau tinggal di Hotel Gianyar, biaya inapnya ditanggung oleh Pemkab Gianyar.
Kebijakan ini dilakukan, lantaran pihaknya tidak ingin para tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 di Gianyar dikucilkan di masyarakat.
Sebab ada di beberapa daerah, ada tenaga medis sampai diusir dari rumah kontrakan ataupun kosan karena pemiliknya takut fasilitasnya terkontaminasi virus Corona.
Namun sejauh itu, Mahayastra menegaskan, tidak ada tenaga medis di Gianyar yang mendapatkan perlakuan tidak baik dari masyarakat.
Meski demikian, fasilitas gratis ini tetap diberikan untuk mempermudah para tenaga medis menuju RSUD Sanjiwani.
Sebab selama ini, ada sejumlah tenaga medis yang tinggal di luar Gianyar.
Ini juga dilakukan sebagai wujud perhatian Pemkab Gianyar terhadap para tenaga medis, disamping terus melengkapi segala fasilitas kesehatan yang dibutuhkan di RSUD Sanjiwani.
“Mari manfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah ini dengan baik,” ujar Mahayastra. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penampakan-luar-hotel-gianyar-yang-disiapkan-pemkab-gianyar.jpg)