Corona di Bali
Denpasar Gelar Rapid Test Mulai Hari Ini, Tapi Tak Terbuka untuk Umum
Denpasar telah melaksanakan rapid tes mulai hari ini Selasa (31/3/2020) di RSUD Wangaya, lantaran keterbatasan alat, rapid tes tidak dibuka umum
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kota Denpasar telah melaksanakan rapid tes mulai hari ini Selasa (31/3/2020) bertempat di RSUD Wangaya, Denpasar, Bali.
Hanya saja, lantaran keterbatasan alat, rapid tes tidak dibuka secara umum
"Sudah mulai hari ini di RSUD Wangaya, tapi terbatas saja, bagi yang ODP (orang dalam pengawasan) saja," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Luh Putu Armini saat dihubungi melalui sambungan telepon
Armini mengatakan, alat rapid test yang dikirkmkan dari pemerintah pusat belum bisa 100 persen akurat dalam melakukan tes Covid-19.
• Sidang Pengadilan Secara Online Perdana Dilaksanakan di PN Denpasar Berjalan Lancar
• Wanita Usia 27 Tahun Tewas Sepulang dari Denpasar, Suhu Tubuh 37,2 Derajat dan Batuk-batuk
• Bupati Jembrana Larang Warga Zona Merah Masuk ke Bali Melalui Gilimanuk
Hasil tes akan akurat jika orang yang terinfeksi corona sudah menjalani masa inkubasi minimal satu minggu.
"Jadi mereka yang merasa dirinya baru pulang dari luar atau merasa gejala dibawah seminggu belum bisa terdeteksi positif. Harus ulang lagi tes," jelas Armini
Sejak Senin kemarin, 3800 alat rapid test telah diedarkan ke seluruh Kabupaten/Kota di Bali.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyerahkan sepenuhnya kepada Kabupaten/Kota di Bali untuk menentukan jadwal rapid test
"Kami baru mengirim alat ke Kabupaten/Kota (di Bali) kemarin. Kalau jadwalnya itu bergantung dari Kabupaten/Kota masing-masing. Kami serahkan ke mereka," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Wayan Widia saat dihubungi Selasa (31/3/2020)
Dia mengatakan, lantaran keterbatasan alat yang tersedia, pemerintah bakal menerapkan skala prioritas untuk menggelar rapid test tersebut
"Rencananya sih semua rumah sakit pemerintah bisa melaksanakan dalam rangka menemukan kasus secepatnya," kata Widia
Ada beberapa kriteria masyarakat yang bisa dilayani rapid test Covid-19, diantaranya mereka berstatus sebagai orang dalam pengawasan, pasien dalam pengawasan dan mereka yang sempat kontak langsung dengan pasien positif dan mereka yang baru pulang dari luar negeri atau luar daerah
"Mereka yang baru pulang dari luar daerah atau luar negeri meskipun tanpa gejala itu bisa," katanya
Widia menjelaskan, alat rapid test yang baru diterima di Provinsi Bali sebanyak 3800 pieces.
"Yang baru kami terima cuma 3800. Nanti katanya datang lagi 8000," kata Widia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-tes-virus-corona.jpg)