Corona di Bali
Dinas PMD Denpasar Gelontorkan Rp 14 Miliar Bantu Penanganan Covid-19 di Desa
"Ini digunakan untuk penanganan Covid-19 dan program padat karya di masing-masing desa setempat," katanya.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk melakukan penanganan covid-19, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar gelontorkan dana desa sebesar Rp 14 miliar.
Kepala DPMD Kota Denpasar, IB Alit Wiradana saat dihubungi, Kamis (2/4/2020) mengatakan dana desa tersebut diambil dari 27 desa yang ada di Kota Denpasar.
"Ini digunakan untuk penanganan Covid-19 dan program padat karya di masing-masing desa setempat," katanya.
Ia menambahkan, anggaran tersebut digunakan untuk melakukan penanganan fase pertama.
• Pengamat Nilai Penolakan Jenazah Korban Covid-19 Terlalu Berlebihan,Pemerintah & Tokoh Harus Edukasi
• Niat Membantu Atur Lalu Lintas di Perumahan Tojan Indah Klungkung, Kadek Swastika Justru Kena Bogem
Anggaran tersebut dikeluarkan sesuai dengan instruksi Walikota Denpasar Nomor: 422.2/420/DPMD tentang percepatan penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 di Desa se-Kota Denpasar.
Pihaknya menambahkan, instruksi tersebut menindaklanjuti Surat edaran Nomor 8 tahun 2020 tentang desa tanggap Covid-19 dan penegasan padat karya tunai desa.
"Di sana kan disebutkan jika dana desa bisa digunakan untuk pembangunan posko Covid-19, pengadaan masker, pengadaan sanitizer, pengadaan disinfektan, penyemprotan disinfektan di desa, biaya sosialisasi/kampanye Covid-19, dan kegiatan lainnya yang bisa mempercepat penanganan Covid-19 sesuai kesepakatan musyawarah dengan BPD," katanya.
Adapun besaran dana desa di 27 desa sebesar Rp 36 miliar.
Namun yang digunakan sebanyak 14 miliar untuk fase pertama.
"Untuk fase kedua dan ketiga kami menunggu instruksi dari pusat seperti apa penanganannya dan anggarannya jika Covid-19 semakin meningkat," ungkap Gus Alit.
Dikatakan Gus Alit, anggaran tersebut juga digunakan untuk program padat karya.
Seperti proyek pembangunan baik infrastruktur, pembangunan bedah rumah dan pembangunan lainnya akan memanfaatkan warga setempat yang sudah tidak memiliki pekerjaan karena imbas Covid-19.
Bukan hanya pengangguran, program padat karya ini juga untuk warga kurang mampu sehingga mereka bisa memiliki pekerjaan untuk menghidupi sehari-hari keluarga mereka.
"Kita utamakan juga yang miskin. Jadi mereka yang tidak mampu juga bisa memiliki penghasilan," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-tes-virus-corona.jpg)