Corona di Bali

Jimbarwana Akan Dijadikan Wisma Tim Medis Covid-19 di Jembrana

Pemerintah Jembrana sedang mempersiapkan penanganan wabah dengan menjadikan hotel Jimbarwana sebagai wisma sementara tim medis

Istimewa
Pengecekan yang dilakukan Bupati Artha dengan sejumlah pejabat, Rabu (1/4/2020) sore kemarin. Jimbarwana Akan Dijadikan Wisma Tim Medis Covid-19 di Jembrana 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Pemerintah Kabupaten Jembrana tidak main-main dalam menekan penyebaran virus corona Covid-19 di wilayahnya.

Selain akan menggelontorkan puluhan miliar untuk pengadaan rapid test, alat pelindung diri dan insentif tim medis, Pemerintah Bumi Makepung sedang mempersiapkan penanganan wabah dengan menjadikan hotel Jimbarwana sebagai wisma sementara tim medis.

Hal itu, nampak dari pengecekan yang dilakukan orang nomor satu di Jembrana, Bupati Jembrana I Putu Artha, Rabu (1/4/2020) sore kemarin.

Artha didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana I Made Sudiada, sekaligus sebagai kepala Satgas Covid-19 Kabupaten Jembrana, para asisten setda, kepala Bappeda dan kepala Dinas PU, memastikan kesiapan hotel Jimbarwana.

Pengecekan kesiapan ini, dilakukan ketika memang dibutuhkan sebagai wisma sementara tenaga medis, yang saat ini berjibaku dengan pasien ODP di RSU Negara.

"Kita siapkan Rp 2,5 miliar dialokasikan untuk kesiapan hotel ini sebagai wisma sementara tim medis" ujarnya.

Hotel Jimbarwana merupakan aset daerah dan layak untuk dijadikan wisma sementara.

Hal itu dikarenakan lokasinya yang dekat dengan RSU Negara.

Kemudian, saat ini Jimbarwana memiliki 34 kamar yang layak digunakan dari 52 kamar yang tersedia di sana.

Apalagi dengan RSU Negara yang sudah rampung tahap pembangunannya, maka juga sudah dipastikan siap dalam penanganan pasien Covid-19 dengan tiga lantainya.

"Kami pastikan hotel ini siap sebagai wisma tim medis agar pelayanan lebih efisien dan cepat, untuk RSU dipastikan siap sebagai salah satu rumah sakit rujukan sesuai instruksi gubernur Bali," jelasnya.

Terpisah, Pemerintah Daerah Jembrana dan Anggota Dewan Jembrana melakukan penyisiran anggaran, baik melalui anggaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan dewan melalui anggaran perjalanan dinas.

Dimana penyisiran anggaran ini akan dialokasikan untuk penanggulangan Covid-19.

Jumlahnya mencapai sekitar Rp 22,4 miliar untuk membeli APD, insentif tim medis dan kebutuhan penanggulangan Covid-19 lainnya di Bumi Makepung.

Hanya saja, besaran anggaran ini dinilai Wakil Ketua DPRD Jembrana I Wayan Suardika dapat dialokasikan untuk menambah anggaran desa pakraman di Jembrana yang berjumlah 64 desa adat/pakraman.

Alasannya, desa pakraman menjadi ujung tombak penting dalam penanggulangan virus asal Kota Wuhan Provinsi Hubei China itu.

Suardika menyatakan, Pemprov Bali melalui provinsi untuk setiap desa adat di Bali akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 300 juta pada APBD tahun 2020 ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah menganggarkan Rp 447,9 miliar untuk 1.493 desa adat di Bali.

Nah, informasinya bahwa dana desa pakraman ini sebesar Rp 50 juta akan dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

"Anggaran Rp 50 juta ini tentu saja mesti ditambahkan. Banyak hal mengapa mesti ditambahkan. Tapi poin pentingnya ialah Pemerintah daerah mesti menambah, karena Desa Pakraman adalah ujung tombak penanganan Covid-19," ucapnya, melalui sambungan selulernya.

Suardika menambahkan, anggaran desa pakraman ketika ditambahkan nilai oleh Pemda Jembrana, maka dapat dialokasikan untuk hal-hal penanggulangan.

Seperti sosialisasi menyangkut Covid-19, edukasi kebersihan lingkungan dan hal lainnya terkait penanggulangan.

Kemudian, desa pakraman pun dapat menganggarkan pengadaan masker, hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan secara berkala.

"Makanya saya minta supaya ada anggaran yang kemarin disisir itu juga untuk desa pakraman," tegasnya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved