Corona di Bali
Warga di 14 Banjar di Kelurahan Kesiman Denpasar Mendapat Disinfektan Gratis
Kelurahan Kesiman melaksanakan pembagian cairan disinfektan gratis kepada masyarakat untuk melakukan penyemprotan secara mandiri
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kelurahan Kesiman melaksanakan pembagian cairan disinfektan gratis kepada masyarakat untuk melakukan penyemprotan secara mandiri.
Semua banjar yang berjumlah 14 banjar itu dilakukan penyemprotan disinfektan mandiri.
Di antara Banjar Ujung, Banjar Abian Tubuh, Banjar Cerancam, Banjar Dangin Tangluk, Banjar Pabean, Banjar Kusumajati, Banjar Kebonkuri Tengah, Banjar Kebonkuri Mangku, Banjar Kebonkuri Lukluk, Banjar Kebonkuri Klod, Banjar Dauh Tangluk, Banjar Dajan Tangluk.
Lurah Kesiman I Gusti Ayu Suryani saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2020), mengatakan penyemprotan disinfektan dilakukan untuk antisipasi penyebaran virus corona.
"Kami memang anjurkan masyarakat agar melaksanakan penyemprotan secukupnya secara mandiri di rumah masing-masing," katanya.
Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I Dewa Gede Rai selaku Jubir Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar menambahkan, selain melakukan penyemprotan disinfektan, juga dilaksanakan pemantauan WNA/WNI dengan riwayat berkunjung ke negara tertular, orang yang kontak dengan positif Covid-19, bekerja atau mengunjungi faskes yang menangani kasus.
Pengecekan dan pemeriksaan di prioritaskan pada orang yang memiliki riwayat perjalanan ke negara tertular dengan sistem jemput bola.
"Penyemprotan disinfektan ini dilaksanakan secara bertahap dan berkala dengan menyasar fasilitas publik, dan kami informasikan kepada masyarakat, jika menemukan ciri-ciri kasus, masyarakat dapat melapor ke call center 112 dan 223333 yang telah terintegrasi dengan Damakesmas," kata Dewa Rai.
Dalam kesempatan tersebut, Dewa Rai juga mengimbau masyarakat, utamanya tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
Untuk mencegah serta mengantisipasi penyebaran virus corona, diperlukan kesadaran masyarakat untuk aktif menerapkan PHBS dan CTPS.
Hal ini dapat dimulai dari rumah tangga dan keluarga.
Selain itu, diperlukan juga penerapan etika batuk atau bersin dengan memperhatikan orang-orang sekitar.
Hal lainya yang tak kalah penting adalah mengurangi bepergian ke tempat yang ramai atau terdapat kerumunan massa.
"Mari kita bersama waspada, dengan menerapkan bersama upaya cegah dini dan antisipasi, sehingga penyebaranya dapat diblokir dan diantisipasi," paparnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pembagian-disinfektan-gratis-di-kesiman-denpasar.jpg)