Waspada, Ini Efek Anak Terlalu Sering di Depan Layar, Memiliki Sedikit Teman Hingga Rendah Diri
Terlalu banyak waktu di depan layar gadget atau televisi dapat memperlambat perkembangan anak di berbagai tingkatan.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di zaman digital ini hampir semua orang memiliki gadget.
Gadget digunakan untuk mempermudah manusia melakukan sesuatu.
Bahkan banyak anak kecil yang memiliki gadget.
Ada kalanya orangtua mengandalkan gadget demi untuk menghibur atau membuat anak-anak mereka tenang dalam beberapa waktu.
• Daftar Artis yang Melahirkan di Tengah Pandemi Corona, Dominique Tak Bisa Lupakan Perjalanan ke RS
• Ringankan Beban Anggota, Paguyuban Sopir Transportasi Padangtegal Kelod Ubud Bagikan Sembako
• BKPSDM Buleleng Tunggu Jadwal SKB CPNS dari Pusat
Ini bukanlah masalah jika kamu melakukannya sesekali.
Tetapi dari beberapa perkiraan, anak-anak bisa menghabiskan waktu di depan layar gadget lima hingga tujuh jam setiap hari.
Tentu saja hal ini memprihatinkan, kata psikiater Joseph Austerman, DO, karena perkembangan otak anak-anak sebenarnya membutuhkan interaksi sosial manusia dan terlalu banyak waktu di depan layar gadget atau televisi dapat memperlambat perkembangan anak di berbagai tingkatan.
“Semakin banyak waktu menonton layar gadget pada anak- anak, semakin buruk hasil yang mereka miliki dalam hal akademis. Jadi, kemungkinan mereka tidak akan berhasil dengan baik di sekolah,” kata Dr. Austerman.
"Bukan hanya itu, semakin sering menghabiskan waktu di depan layar akan membuat mereka kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya dan kesulitan mengembangkan ketajaman sosial yang tepat,”lanjutnya
Austerman menegaskan, satu hal yang penting diketahui adalah kemampuan berinteraksi dengan orang-orang secara sosial - secara langsung berkaitan dengan jumlah waktu yang anak-anak habiskan di depan layar.
Efek terlalu banyak waktu di depan layar
Menurut Dr. Austerman, anak-anak yang diberikan terlalu banyak waktu di depan layar televisi atau gadget kemungkinan akan kehilangan kemampuan untuk memahami emosi orang lain.
Hal ini dapat menyebabkan anak memiliki lebih sedikit teman, hubungan yang buruk dengan orang lain, dan rendah diri.
Selain itu, penelitian telah menghubungkan tingkat waktu yang dihabiskan di depan layar pada anak usia dini dengan masalah emosional dan keluarga.
Untuk para remaja, menghabiskan banyak waktu di media sosial tepat sebelum tidur dapat mengganggu tidur dan menyebabkan masalah di sekolah, termasuk gejala yang mirip dengan attention-deficit /hyperactivity disorder (ADHD).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anak-bermain-ponsel.jpg)