Corona di Bali

BREAKING NEWS: Dua Pasien Positif Virus Corona Terdata di Jembrana, ODP 95 Orang

BREAKING NEWS: Dua Pasien Positif Virus Corona Terdata di Jembrana, ODP 95 Orang

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Aloisius H Manggol
Istimewa
Sejumlah petugas medis satgas covid-19 Bangli ketika melakukan rapid test pada tiga anggota keluarga di wilayah Desa Abuan, Susut. Jumat (3/4/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Dua pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 dinyatakan positif terjangkit virus corona atau covid-19 di Kabupaten Jembrana.

Dua pasien itu sebelumnya hanya berstatus PDP, dan meningkat statusnya menyusul keluarnya hasil laboratorium dari RSUP Sanglah, Minggu (5/4/2020) kemarin.

Kepastian adanya dua warga Jembrana positif covid-19 ini, melalui siaran pers Satgas penanggulangan Covid-19 Jembrana, Senin (6/4/2020).

Atas hal ini, Bupati Jembrana I Putu Artha pun langsung menginstruksikan kepada satgas serta Surveilance Dinas Kesehatan Jembrana untuk memperluas pemantauan.

Hal itu untuk mengetahui masyarakat yang pernah melakukan kontak atau contact tracking dengan warga positif covid-19 tersebut.

"Lakukan penelusuran kontak lebih luas, dimulai dari keluarga inti, kemudian keluarga dekat lainnya. Segera cek kesehatannya termasuk lakukan rapid test untuk mengetahui lebih cepat," ucap Artha dalam siaran pers melalui Kabag humas Pemkab Jembrana I Made Cipta Wahyudi.

Artha juga mengimbau, aparat pemerintah di bawah (lurah atau kepala kewilayahan) memperketat pengawasan.

Namun, tidak melakukan penutupan wilayah.

Sebab, penutupan wilayah itu tidak sejalan atau dilarang oleh pemerintah pusat.

"Sesuai instruksi pemerintah pusat, daerah dilarang melakukan penutupan akses wilayah maupun lockdown. Hal ini juga sudah saya sampaikan kepada perbekel atau lurah sebagai pedoman tindakan dibawah," tegasnya.

Terkait penanganan kepada keluarga warga positif covid, Artha melanjutkan, supaya masyarakat menerima dan tidak mengucilkan.

Sebab, itu akan mengganggu psikologis dimana dapat berpengaruh pada imun tubuh seseorang.

Pendek kata, jangan mempersulit kondisi keluarga warga terjangkit, dengan memberikan stigma atau pengucilan.

"Mari kita saling waspada dan disiplin menerapkan anjuran pemerintah," bebernya.

Pemkab beserta satuan tugas yang dibentuk serta TNI/Polri, rutin mengingatkan warga untuk melakukan physical distancing.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved