Ini 5 Alasan Mengapa Konsumsi Jus Tak Cukup Baik untuk Anak-anak
Tak sedikit orangtua yang berpikir, mengonsumsi jus sama sehatnya dengan mengonsumsi buah utuh. Padahal, tak selalu demikian.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak orangtua beranggapan bahwa anak-anak dapat memakan dan meminum apapun yang dikonsumsi orang-orang dewasa atau remaja.
Namun, tak semua makanan dan minuman dapat dikonsumsi oleh anak-anak.
Karena beberapa makanan dan minuman dapat menyebabkan kesehatan buah hati menjadi buruk.
Seperti jus buah.
• D’Go Vaspa Ajak Masyarakat Patuhi Pemerintah Perangi Covid-19 Lewat Karya Seni Musik
• Triwulan I 2020, Pergerakan Penumpang Angkasa Pura Airports Turun 8,11 Persen
• Ini 3 Zodiak yang Paling Sering Ngomongin Orang dari Belakang
Banyak orangtua memilih memberikan jus pada anak-anak mereka, dengan pertimbangan lebih mudah dikonsumsi ketimbang buah potong.
Tetapi pedoman baru dari American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orangtua untuk membatasi jumlah jus yang diminum anak-anak mereka, dan anak-anak yang berusia lebih kecil tidak dianjurkan minum jus sama sekali.
Berikut aturan mengonsumsi jus buah yang disarankan American Academy of Pediatrics:
1. Untuk bayi di bawah 1 tahun, jangan beri mereka jus sama sekali. Kecuali dokter anak menyarankannya.
2. Untuk balita usia 1-3 tahun, batasi asupan harian hingga maksimal 4 ons jus.
3. Untuk anak usia 4-6 tahun, batasi asupan harian antara 4 hingga 6 ons jus.
4. Untuk anak usia 7 tahun ke atas, batasi asupan harian tidak lebih dari 8 ons, dan jus sebaiknya tidak lebih dari 1 cangkir buah per hari.
Tak sedikit orangtua yang berpikir, mengonsumsi jus sama sehatnya dengan mengonsumsi buah utuh.
Padahal, tak selalu demikian.
Apalagi, konsumsi jus yang berlebihan dapat menyebabkan sejumlah masalah.
Berikut lima alasan mengapa konsumsi jus tak cukup baik untuk anak-anak:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-beragam-jus-buah.jpg)