Ini 5 Alasan Mengapa Konsumsi Jus Tak Cukup Baik untuk Anak-anak
Tak sedikit orangtua yang berpikir, mengonsumsi jus sama sehatnya dengan mengonsumsi buah utuh. Padahal, tak selalu demikian.
Karena padat kalori, kebiasaan konsumsi jus justru dapat menyebabkan anak-anak memiliki masalah dengan penambahan berat badan dan obesitas yang tidak diinginkan.
5. Merusak gigi
Terlalu banyak mengonsumsi jus juga dapat menyebabkan kerusakan gigi, bahkan jika setelah meminumnya anak membersihkan mulut dengan air putih.
Hal ini terutama berlaku untuk anak-anak yang sangat sering mengonsumsi jus sehingga aliran cairan bergula terus-menerus mengenai gigi
Cara menyajikan jus untuk anak-anak
“Jika balita ingin minum jus, mereka perlu mengkonsumsinya pada waktu camilan yang ditentukan. Mereka duduk, makan camilan, dan minum jus,” demikian rekomendasi Vargo.
Sebaiknya anak-anak menghindari jus yang tidak dipasteurisasi yang mungkin bisa ditemukan di pasar petani atau kios buah.
Jenis jus ini dapat mengandung bakteri E. coli dan salmonella.
“Membuat jus sendiri di rumah jauh lebih aman,” kata Dr. Vargo.
"Orangtua dapag memasukkan jus sebagai bagian dari diet sehat, tetapi jangan pernah menjadikan jus untuk menggantikan konsumsi buah atau sayuran segar."
Terakhir Dr. Vargo mengingatkan, untuk tidak memberikan jus apapun ketika anak-anak dalam kondisi diare.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Alasan Jus Buah Justru Sebabkan Masalah Kesehatan pada Anak", https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/07/235059420/5-alasan-jus-buah-justru-sebabkan-masalah-kesehatan-pada-anak?page=all#page2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-beragam-jus-buah.jpg)