Ini 5 Alasan Mengapa Konsumsi Jus Tak Cukup Baik untuk Anak-anak
Tak sedikit orangtua yang berpikir, mengonsumsi jus sama sehatnya dengan mengonsumsi buah utuh. Padahal, tak selalu demikian.
1. Serat kurang
"Ketika minum jus, anak tidak akan mendapatkan serat yang ada dalam buah," kata dokter anak Karen Vargo, MD.
“Serat membantu mengatur metabolisme glukosa darah. Ketika minum jus murni, glukosa darah justru bisa melonjak, karena tidak ada serat untuk melawan semua gula dalam jus. "
Selain itu, Dr. Vargo emengaskan, serat juga penting untuk pergerakan usus yang teratur
2. Bayi tidak membutuhkan gula tambahan
"Jus tidak memiliki manfaat gizi untuk bayi di bawah satu tahun. Mereka mendapatkan semua yang mereka butuhkan dari ASI atau susu formula,” kata Dr.Vargo.
Bayi di atas enam bulan mungkin bisa mengonsumsi jus, jika dalam kondisi sembelit.
Itu pun sebaiknya segera dihentikan ketikan anak sudah tak lagi sembelit.
Jus buah pear bisa menjadi pilihan untuk mengatasi sembelit.
Kandungan sorbitolnya dapat emmbantu meningkatkan frekuensi buang air besar.
3. Kehilangan nutrisi
Untuk anak-anak yang berusia lebih besar, minum jus dapat menyebabkan kurang gizi, terutama jika ini menyebabkan anak merasa kenyang dan enggan minum susu atau mengonsumsi makanan lain.
“Ini akan menyebabkan anak-anak kehilangan nutrisi lain - vitamin dan mineral yang mereka butuhkan,” kata Dr. Vargo.
4. Masalah berat badan
Menurut Dr. Vargo, jus juga dapat menyebabkan kelebihan nutrisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-beragam-jus-buah.jpg)