Ngopi Santai

Inspirasi dari Seminari

PERGUMULAN sedang dihadapi kepala sekolah dan guru sekolah ternama di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, SMA Katolik Syuradikara Ende.

Gambar oleh klimkin dari Pixabay
Foto ilustrasi anak-anak yang sedang belajar 

TRIBUN-BALI.COM - Pergumulan sedang dihadapi kepala sekolah dan guru sekolah ternama di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, SMA Katolik Syuradikara Ende.

Mereka mesti segera mengambil keputusan penting mengenai nasib peserta didik setelah masa belajar di rumah berakhir
pada 21 April 2020 nanti.

Ada dua skenario kemungkinan.

Pertama, jika tren kasus penyebaran Covid-19 mereda dan dinyatakan aman oleh pemerintah, maka masa
belajar di rumah sungguh berakhir pada 21 April.

Itu berarti setelah tanggal tersebut, sekolah aktif kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Tentu ini merupakan kerinduan semua orang.

Bosan juga anak-anak kelamaan belajar di rumah.

Ongkos paket data tak sedikit dan tidak semua tempat di negeri ini jaringan internetnya lancar jaya.

Kedua, jika kondisi sebaliknya yaitu Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masih terus mengamuk menelan korban, maka pihak otoritas akan memperpanjang masa belajar di rumah.

Kemungkinan tersebut terbuka lebar lantaran belum terlihat sinyal pandemi corona akan bergerak ke level aman.

Halaman
1234
Penulis: DionDBPutra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved