Ngopi Santai
Inspirasi dari Seminari
PERGUMULAN sedang dihadapi kepala sekolah dan guru sekolah ternama di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, SMA Katolik Syuradikara Ende.
Penulis: DionDBPutra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Kegemparan mulai mencabik langit Indonesia ketika 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo umumkan dua pasien pertama yang positif terjangkit corona.
Sejak itu jumlah terjangkit, dalam pengawasan dan pantauan berbiak secara eksponensial.
18 Maret 2020 Gubernur NTT mengeluarkan instruksi kepada sekolah-sekolah untuk merumahkan siswa-siswi selama 14 hari, 20 Maret – 4 April 2020.
Instruksi tersebut ditindaklanjuti Bupati Ngada dan Dinas Pendidikan setempat.
Seminari Mataloko pun mengambil langkah lekas.
Pada 19 Maret sore diadakan tapat terbatas antara Pimpinan dan Staf Seminari, Ketua Yasukda (RD. Silvester Betu), Perwakilan Komite Sekolah (Niko Noywuli, Selestinus Djawa, Gerardus Reo), Peduli Pendidikan (Trisno Hurint), dan Konsultan Kesehatan (dr. Yovita M.B.M. Due, MM – Ketua IDI Ngada).
Berdasarkan rapat tersebut, Praeses Seminari Mataloko Romo Gabriel Idrus, Pr mengeluarkan Surat Pemberitahuan tertanggal 20 Maret 2020, berisikan 10 butir keputusan, yang pada intinya merumahkan para siswa seminari dengan cara karantina penuh di asrama seminari, terhitung sejak 20 Maret sampai 4 April.
Surat dilengkapi panduan praktis pencegahan penularan Covid-19 di seminari.
Menurut Romo Nani, pada hari itu juga gerbang-gerbang seminari dikunci.
Seluruh penghuni seminari dilarang keluar kompleks, kecuali untuk urusan kesehatan dan makan minum siswa, yang personelnya telah ditentukan dan dijamin keamanan dan kerbersihannya.
Masyarakat luar, termasuk para guru dan pegawai, dilarang memasuki kawasan seminari.
Empat hari berselang, 24 Maret 2020, terbit Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim yang intinya meniadakan Ujian Sekolah, Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kenaikan Kelas.
Semua kegiatan yang bersifat mengumpulkan siswa dilarang.
Kalau keputusannya demikian, apakah seminari masih tetap melaksanakan karantina penuh untuk para penghuninya? Dan sampai kapan?
Bisa berbulan-bulan. Penuh ketidakpastian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-anak-anak-yang-sedang-belajar.jpg)