Jangan Diabaikan, 8 Persoalan Anak Saat Pandemi Ini Harus Diperhatikan Orangtua

Ada delapan hal yang harus diperhatikan orangtua terkait anak-anak mereka, bukan hanya kesehatan fisik, tapi juga kondisi kesehatan mental

Gambar oleh RachelBostwick dari Pixabay
Foto ilustrasi anak laki-laki sedang sakit 

TRIBUN-BALI.COM - Tak bisa dipungkiri, wabah Covid-19 membuat stres banyak orang.

Ketakutan dan kecemasan terhadap penyakit baru ini memang luar biasa dan bisa menyebabkan emosi yang kuat, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Yang perlu diingat adalah, anak-anak akan bereaksi seperti apa yang mereka lihat dari orang dewasa di sekitar mereka.

Ketika orangtua menghadapi pemberitaan wabah Covid-19 dengan tenang dan kata-kata positif, mereka akan dapat memberikan dukungan terbaik untuk anak-anak mereka.

Sehingga, anak-anak juga akan bersikap lebih tenang menghadapi wabah ini dan rutinitas hidup mereka yang banyak berubah.

Terkini, Jumlah Perawat yang Meninggal Dunia karena Covid-19 Menjadi 10 Orang

RSUP Sanglah Optimalkan Linac Sebagai Alat Radiologi Pasien Kanker, di Tengah Wabah Covid-19

Update Terkini Covid-19 di Seluruh Dunia 10 April 2020, Pasien Terinfeksi 1.593.515

Meski demikian, ada delapan hal yang harus diperhatikan orangtua terkait anak-anak mereka, bukan hanya kesehatan fisik, tapi juga kondisi kesehatan mental mereka selama masa karantina di tengah pandemi Covid-19.

1. Perhatikan jika ada tanda-tanda penyakit pada anak

Jika ada tanda-tanda penyakit yang konsisten dengan gejala Covid-19, terutama demam, batuk, atau sesak napas, segera hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat dan jauhkan anak dari anggota keluarga lain di rumah.

2. Perhatikan tanda-tanda stres pada anak

Beberapa perubahan umum yang harus diperhatikan termasuk kekhawatiran atau kesedihan yang berlebihan, kebiasaan makan atau tidur yang tidak sehat, dan kesulitan dengan konsentrasi.

Suami Istri Pelaku Penusukan Wiranto Ini Diancam dengan Pasal Tindak Pidana Terorisme

Cristiano Ronaldo Latihan Mengasah Ketajaman di Stadion Madeira Portugal

Ikuti Intruksi di Rumah Saja, Pemain Bali United M Taufiq Pilih Bersepeda dan Jadi Guru Temporer

Menurut psikolog Roslina Verauli, MPsi, perubahan kehidupan yang dialami anak rentan menyebabkan stress.

“Mulai dari perubahan sistem belajar, tugas sekolah yang banyak, hingga kebutuhan bermain dengan teman yang tak terpenuhi bisa menjadi sumber stress pada anak.

Belum lagi konflik di rumah yang lebih rentan terjadi karena kegiatan terbatas hanya di lingkungan rumah,” kata Vera pada Kompas.com.

Luangkan waktu untuk berbicara dengan anak tentang wabah Covid-19. Jawab pertanyaan sesuai fakta tentang Covid-19 dengan cara yang bisa dipahami anak.

Selain itu, buat kesepakatan sistem belajar di rumah yang membuat anak nyaman.

Gelar Giat Donor Darah, Kodam IX/Udayana Kumpulkan 918 Kantong Darah

Strawberry Bisa Awet Sampai Setahun, Bagaimana Cara Menyimpannya?

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved