Ngopi Santai
Kambali Meniti Jalan Sunyi
KAMI biasa menyapanya Cak Ali atau Mas Ali penulis buku Euforia Sepak Bola Bali (Tonggak Media, Maret 2020).
Penulis: DionDBPutra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - KAMI biasa menyapanya Cak Ali atau Mas Ali.
Nama lengkapnya Kambali Zutas.
Anak Nganjuk, Jawa Timur.
Energik.
Ukuran tubuh mini mirip diriku.
Hobinya bikin makanan enak.
Sedap. Segar. Sehat.
Selalu dinanti pasukan redaksi di Ketewel Sukawati Gianyar.
Keistimewaanya, dia jurnalis dan penulis muda yang tekun dan produktif.
Salut!
Baru saja Cak Ali meluncurkan buku.
Topiknya asyik: Euforia Sepak Bola Bali (Tonggak Media, Maret 2020).
Sebagai pemuja sepak bola, saya senang tak terkira menyambut karya tulis editor Harian Pagi Tribun Bali ini.
Setidaknya saya boleh mengecapi dan menimba lagi larik lirik pesan bola dari sana.
Pesan sportivitas, perjuangan, kekalahan, kemenangan, perayaan, pesta dan juga air mata.
Air mata bola.
Sepak Bola Bali bukan Sepak Bola di Bali.
Mirip tapi beda makna, kawan.
Cak Ali meracik diksi apik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kambali-zutas-menyerahkan-buku-euforia-sepak-bola-bali.jpg)