Corona di Bali
Koster Petakan Masyarakat dan Dunia Usaha yang Terdampak Covid-19, Serta Sumber Bantuannya
Ia juga mengaku sedang mendata sumber yang akan digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak tersebut.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Ia berharap berbagai masyarakat, mulai dari sopir, tukang ojek, tukang parkir, pekerja di PHK dan di rumahkan namun dalam kategori yang tidak mampu, bisa terbantu dengan adanya berbagai program tersebut.
"Semua kita akan data," kata gubernur asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng itu.
Kemudian usaha kecil di sektor informal seperti warung, pedagang tradisional dan UMKM serta koperasi juga turut dipetakan.
Berbagai usaha itu dipetakan berdasarkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikeluarkan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), kebijaka restrukturisasi pinjaman oleh Bank Indonesia serta kebijakan relaksasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Ini juga sedang dihitung tadi," jelasnya Koster yang sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali itu.
Nantinya jika ada dunia usaha yang tidak terjangkau oleh berbagai kebijakan pusat tersebut, maka pihaknya mengaku akan mengatasi dari skema kebijakan pemerintah daerah.
"Ini dipimpin oleh Bapak Wagub selaku ketua tim percepatan pemulihan dampak Covid-19 terhadap pariwisata dan perekonomian," tuturnya.
Koster mengatakan, tim tersebut mulai bekerja dan jika pandemi Covid-19 sudah berakhir pihaknya sudah memiliki skenario melakukan percepatan pemulihan, khususnya di bidang pariwisata, usaha kecil menengah, koperasi serta sektor informal yang lainnya.
"Saya minta kepada tim ini untuk bekerja mempertajam lagi supaya menjadi lebih fokus, lebih terarah, lebih tetap sasaran sehingga dengan demikian dampak dari pada Covid-19 ini terhadap perekonomian Bali bisa dikendalikan sehingga tidak terlalu buruk dampaknya," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-bali-wayan-koster-merah-bersama-tim-percepatan-pemulihan-dampak-covid-19-provinsi-bali.jpg)