Masyarakat Kesulitan Mendaftar, Disnaker Bali Buka Posko Pendaftaran Kartu Pra Kerja, Ini Lokasinya

Masyarakat yang belum berhasil akan didampingi sampai berhasil mendaftar untuk mendapatkan kartu tersebut

Tribun Bali/Wema Satyadinata
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Banyaknya masyarakat yang kesulitan mendaftar kartu pra kerja secara online membuat Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali membuka posko pendaftaran kartu pra kerja.

Masyarakat yang belum berhasil akan didampingi sampai berhasil mendaftar untuk mendapatkan kartu tersebut

"Hasil rapat tadi kami putuskan untuk membuat posko pendaftaran. Tapi kami harap agar tidak datang bergerombol. Maksimal 5 oranglah secara bergiliran," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda saat dihubungi, Selasa (14/4/2020)

Selain di kantor Disnaker Bali, posko pendampingan untuk mendaftar kartu pra kerja juga dibuka di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, dan di  Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali.

Barong Bali Jadi Gambar Filateli Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia - Tiongkok

PDAM Badung Sebut Pembayaran Air Digratiskan Untuk Pemakaian 0-10 M3 per Bulan

Saat Semua Negara Sibuk Melawan Pandemi Covid-19, Korea Utara Luncurkan Rudal Jelajah Jarak Pendek

"Masyarakat akan kami layani. Barangkali ada yang tidak punya hp android, kami fasilitasi," kata Arda

Arda berharap masyarakat bersabar, ketika laman website tersebut gangguan, ia berpendapat mungkin karena banyaknya orang yang mengakses secara bersamaan.

Berdasarkan pantauan tribun bali, website tersebut kini sedang mengalami gangguan sehingga tidak bisa melakukan pendaftaran secara online.

Perlu diketahui, para pemilik kartu pra kerja nantinya akan mendapatkan bantuan atau insentif untuk pelatihan kerja

Program Kartu Prakerja akan menyasar sekitar 5,6 juta peserta di 2020, dengan bantuan pelatihan dan insentif yang diterima oleh masing-masing peserta sebesar Rp 3.550.000.

Insentif sebesar Rp 3.550.000 ini terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000, insentif paska pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan, serta insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 50.000 setiap kali survei selama 3 kali survei atau sejumlah Rp 150.000.

Jadi tiap peserta atau pemegang kartu Prakerja akan mendapatkan bantuan insentif pelatihan sebesar Rp3.550.000 selama pandemi covid-19 ini.

Namun perlu diketahui bahwa setiap peserta program hanya dapat mengikuti program sebanyak 1 kali.

Kemudian bantuan insentif tersebut akan dibayarkan setelah peserta menyelesaikan minimal satu kali pelatihan.

Masa pemberian bantuan insentif ini hanya akan berlaku 3 sampai 4 bulan saja.

Dengan adanya bantuan Pra Kerja ini, diharapkan para pekerja dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM).(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved