Corona di Bali

MUI Kota Denpasar Ajak Paguyuban Warga di Bali Agar Tak Mudik Jelang Puasa dan Lebaran 2020

Aksi ini juga sebagai bentuk mendukung kebijakan dan upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Penulis: Kambali | Editor: Kambali
Dokumentasi/MUI Kota Denpasar
Ketua MUI Kota Denpasar, KH Saifudin Zaini (kiri) saat memberikan arahan pembuatan video kesepakatan Paguyuban warga di Bali untuk tidak mudik menjelang puasa dan di Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Bali pada Rabu (15/04/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kota Denpasar mengajak paguyuban warga yang ada di Provinsi Bali untuk tidak mudik Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah/2020 M. Hal ini ditandai dengan kesepakatan bersama paguyuban-paguyuban di Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Bali pada Rabu (15/04/2020).

Selain kesepakatan bersama, paguyuban juga menyampaikan imbauan agar warganya tidak mudik saat Ramadan dan Lebaran nanti. Aksi ini juga sebagai bentuk mendukung kebijakan dan upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Ini Langkah Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi Pantau Kedatangan Pemudik

Kesepakatan Bersama tersebut juga dihadiri Senator atau Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Bali, H Bambang Santoso.

“Kami membuat video kesepakatan bersama tersebut. Intinya dari video tersebut mengimbau agar tidak mudik dalam masa Wabah Covid-19. Paguyuban mengimbau kepada warganya untuk tetap tinggal di Bali selama Ramadan dan Idul Fitri tahun 2020 hingga Covid-19 dan pemerintah menyatakan Covid-19 sudah hilang,” ujar Ketua MUI Kota Denpasar, KH Saifudin Zaini, kepada Tribun Bali, Jumat (17/04/2020).

Sore Ini Pemerintah Akan Bahas Kemungkinan Larangan Mudik Lebaran 2020

Kemenhub: Ada Potensi Pemerintah Terapkan Larangan Mudik Lebaran Tahun Ini, Sore Ini Dirapatkan

Disebutkan, Kesepatan Bersama Pagubuyan yang telah dibuat yaitu:

Berkenaan dengan Pandemi Covid-19 dalam rangka menyambut Ramadhan dan idul Fitri 2020, untuk mendukung intruksi Gubernu Bali Nomor 8551 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali, dengan tetap senantiasa memohon petunjuk dan perlindungan Allah SWT, yang bertanda tangan dibawah ini, kami Warga Paguyuban di Provinsi membuat Kesepakatan Bersama, sebagai berikut :

1. Tetap bersatu untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi Bali.

2. Mengimbau untuk menghindari kegiatan ibadah pada bulan Ramadhan yang melibatkan banyak orang.

3. Mengimbau agar bertahan tinggal di Provinsi Bali dari sekarang, selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1441/2020 hingga status Tanggap Darurat Covid-19 dicabut oleh Pemerintah.

Demikian Kesepakatan Bersama ini dibuat untuk dipatuhi dan dilaksanakan.

Kesepatakan Bersama Paguyuban tersebut ditandatangani di antaranya oleh; H. Masrur Makmur (Paguyuban Keluarga Sulawesi Selatan), H Cuk Taruna Hendrajaya (Badan Musyawarah Urang Sunda Bali), H John Rano ( Ikatan Keluarga Minang Saiyo Bali), Sugiyanto (Paguyuban Ngresigondo Ngayogyakarto Hadiningrat Bali), H Abdul Hakim (Warga Madura), H Ekky Cules (Himpunan Masyarakat Sumatera Bagian Selatan-Palembang, Bengkulu, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau), MHD. A Raja Nasution (SAROHA Bali), H Rizal Akbar (Rumpun Banyumasan Bali dan sekitarnya- Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap, Kebumen), Muhammad Imam Jarkasi (Bolo Reog Ponorogo), dan Syamsuddin Kelilauw ( Flobamora NTT Bali).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved