Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Air Kelapa Bisa sebagai Penawar Racun, Benarkah?

Kelapa mengandung potasium yang tinggi dan termasuk buah dengan rendah kalori, bebas lemak, dan kolesterol.

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
makassar.tribunnews.com via Tribun Palu
ILUSTRASI Air Kelapa 

TRIBUN-BALI.COM - Air kelapa menjadi salah satu minuman yang banyak digemari orang untuk menghilangkan rasa dahaga.

Kelapa mengandung potasium yang tinggi dan termasuk buah dengan rendah kalori, bebas lemak, dan kolesterol.

Dilansir dari Halodoc, karbohidrat yang terkandung dalam air kelapa mudah dicerna dalam bentuk gula dan elektrolit.

Hal ini membuat air kelapa dianggap sebagai sumber elektrolit yang baik. Kandungan elektrolit di dalam kelapa sering dugunakan untuk mencegah maupun menangani dehidrasi.

Aksi Nyata Lawan Covid-19, UNHI Serahkan Bantuan Sembako & Alat Kesehatan kepada Pinandita se-Bali

WHO Nyatakan Belum Ada Bukti Pasien Positif Corona yang Sembuh Tubuhnya Jadi Kebal dari Covid-19

Film-Film Ini Ditayangkan Gratis di Youtube untuk Menemani WFH-mu, Apa Saja?

Benarkah air kelapa bisa mengobati keracunan makanan?

Gejala yang ditimbulkan akibat keracunan makanan cukup beragam, mulai dari sakit kepala, diare, muntah, dan lainnya.

Gejala-gejala tersebut menimbulkan dehidrasi yang cukup parah. Untuk mencegah terhadinya dehidrasi, seseorang yang mengalami keracunan makanan harus minum air putih.

Hal tersebut untuk mengembalikan cairan tubuh tetap normal. Namun, air putih ternyata tidak cukup untuk mengembalikan elektrolit yang hilang karena diare maupun muntah.

Sehingga air kelapa sering dicari untuk menangani masalah kurangnya elektrolit akibat keracunan makanan.

Kandungan elektrolit di dalam air kelapa mampu mengembalikan jumlah elektrolit yang hilang.

Air kelapa mengandung sejumlah zat yang membantu proses detoksifikasi dalam saluran pencernaan yang terpapar racun dari makanan.

Aturan mengonsumsi Saat keracunan makanan, sebaiknya mengonsumsi dua gelas air kelapa saja.

Namun lebih baik mendapatkan perawatan selain minum air kelapa, karena air kelapa hanya bersifat meringankan gejala keracunan dan tidak bisa menyembuhkan secara total.

Seseorang yang keracunan makanan tidak kunjung membaik atau kondisinya memburuk jika tidak dibarengi dengan perawatan yang lain.

Selain dapat mengobati keracunan dan menyegarkan ketika di konsumsi, namun tidak baik jika dikonsumsi berlebihan.

Salah satu risiko kesehatan yang timbul adalah melimpahnya kalium dalam darah (hiperkalemia), menyebabkan gagal ginjal akut, aritmia jantung, kehilangan kesadaran dan akhirnya kematian.

Hiperkalemia dan kehilangan kesadaran setelah konsumsi beberapa liter air kelapa dilaporkan hanya sebagai studi kasus klinis.

Namun, kadar kalium dalam setiap 100 mililiter air kelapa yang belum diolah tidak terlalu signifikan.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved