Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tim Covid-19 Buleleng Bingung, Ada PDP 10 Kali Swab, Dua Kali Negatif dan Delapan Positif

Sudah satu bulan lebih Pasien Dalam Pengawasan 03 dirawat di RS Pratama Giri Emas Buleleng, namun hasil tes swab berubah-ubah.

Tayang:
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Bambang Wiyono
tribun bali/ ratu ayu desiani
Sekda Buleleng Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sudah satu bulan lebih Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 03 dirawat di RS Pratama Giri Emas Buleleng.

Meski kondisinya telah stabil, namun ia belum diperbolehkan pulang, karena hasil swabnya berubah-ubah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng tidak mengetahui mengapa hasil swab bisa berubah-ubah.

Untuk itu, mereka mencoba berkonsultasi ke Perwakilan World Health Organization (WHO) Indonesia.

Seperti diketahui, PDP 03 merupakan pasien pertama yang terkonfirmasi positif di Buleleng.

Ia merupakan seorang pekerja kapal pesiar, yang berlayar di Italia.

Sekda Buleleng yang juga Sekretaris Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, Minggu (19/4/2020) mengatakan, tim kesehatan kurang lebih sudah 10 kali melakukan swab kepada PDP 03.

Hasilnya dua kali negatif, dan delapan kali positif.

"Kemarin hasilnya sempat negatif. Kemudian di-swab lagi, ternyata positif lagi. Pasien bisa dinyatakan sembuh apabila hasil swab berturut-turut negatif. Jadi PDP 03 sampai saat ini masih tetap diisolasi di RS Pratama Giri Emas," katanya.

Suyasa tidak mengetahui mengapa hasil swab bisa berubah-ubah, padahal kondisi PDP 03 terlihat baik.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Buleleng melakukan konsultasi ke perwakilan WHO Indonesia.

"Ini cukup membingungkan, karena hasil swab berubah-ubah. Sedang dikaji dan sudah dilaporkan ke WHO. Mudah-mudahan ada penanganan khusus mengingat PDP 03 ini sudah 30 hari lebih dirawat dan hasil labnya berubah-ubah terus," terangnya.

Disisi lain, Suyasa juga sangat menyayangkan dengan kejadian salah satu PMI yang dikarantina di hotel kawasan Kecamatan Buleleng, yang menolak untuk dilakukan rapid test.

Padahal, petugas kesehatan sudah datang ke hotel tersebut untuk melakukan pemeriksaan.

Oleh karena itu, Suyasa mengimbau kepada seluruh PMI untuk mengikuti protokol yang telah dibuat, demi keselamatan seluruh masyarakat Buleleng.

"Tolong diikuti arahan yang sudah kami buat ketika berada di tempat karantina. Kami kan tidak bisa menangkap PMI yang tidak mau di-rapid test itu. Tidak bisa bersentuh langsung kecuali pakai APD. Sudah ada petugas kesehatan yang datang lengkap dengan APD namun dia tidak bersedia di-rapid test. Padahal rapid test itu dilakukan untuk mengetahui dia terbebas dari Covid atau tidak," keluh Suyasa.

Apakah ada sanksi yang akan diberikan kepada PMI yang menolak rapid test, Suyasa belum berpikir kearah sana.

"Belum ada. Kami masih mencoba untuk melakukan pendekatan, agar para PMI ini punya pemahaman betapa pentingnya mengikuti arahan yang kami buat, demi keselamatan keluarganya, dan seluruh masyarakat Buleleng," jawab Suyasa.

Selain itu, Suyasa juga mengumumkan jumlah PMI yang saat ini telah dikarantina di hotel maupun fasilitas umum lainnya sebanyak 313 orang, dan diperkirakan akan terjadi penambahan sebanyak 59 orang yang akan dijemput oleh Dinas Perhubungan Buleleng di Denpasar.

Sementara jumlah hotel yang telah disediakan sebagai tempat karantina sebanyak 44 hotel dengan jumlah kamar 589. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved