Corona di Bali
Putus Penyebaran Virus Corona, Beberapa Desa Adat di Karangasem Gelar Upacara Ngeneng-ngening
Jalan di desa ditutup, dan aktivitas warga ditiadakan. Warung dan toko pun tak beroperasi selama sehari.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sebagian besar Desa Adat di Kabupaten Karangasem menggelar upacara nunas ica dan ngeneng-ngening untuk memutus penyebaran corona virus disease (Covid - 19).
Jalan di desa ditutup, dan aktivitas warga ditiadakan. Warung dan toko pun tak beroperasi selama sehari.
Satu diantranya Desa Adat Bungaya, Kecamataan Bebandem.
Desa Bungaya menggelar upacara ngeneng-ngening sesuai himbauan daari PHDI serta Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, dan surat imbauan prajuru Desa Adat Bungaya.
• Desa Seraya Terapkan Denda 100 Kilogram Beras & Gelar Guru Piduka bagi Warga yang Buat Keramaian
• Pro Kontra Program Kartu Prakerja, Pimpinan Komisi VI DPR RI: Pemerintah Ingin Beri Kail dan Umpan
• Demokrat Tarik Diri dari Panja RUU Cilaka Dkk, PSR: Kita Fokus Bantu Masyarakat Perangi Corona
Langkah ini dilakukan untuk memutus penyebaran virus corona di Karangasem.
Sabha Desa Adat Bungaya, Gede Krisna Adi Widana menjelaskan, jalanan sekitar Bungaya sepi saat gelar upacara ngeneng - ngening.
Toko, swalayan, serta instansi yang masuk di wewidangan Bungaya tutup sementara waktu sesuai himbauan PHDI, MDA, serta kesepakatan prajuru Adat Bungaya.
"Upacara ngeneng - ngening cuma sehari. Kegiatan ini dilakukan karena ada musibah yakni Corona - 19. Krama adat gelar nunas ica peneduh gumi & ngeneng - ngening saat tilem sasih kedasa untuk memohon ke Ida Bhatara agar bumi menjadi sejahtera dan manusianya bahagia,"kata Gede Krisna.
Ditambahkan, selain mengelar ngeneng - ngening, semua krama Bungaya diimbau meelaksanakan beberapa upacara.
Masyarakat diminta menghaturkan banten rayunan / sodaan putih kuning di sanggah kamulan.
Semua pasar, mini market, toko, warung dan sebagainya tak buka sementara.
Hal serupa juga diungkapkan, Bandesa Adat Seraya, I Made Salin.
Krama Seraya gelar ngeneng - ngening sesuai imbauan dari PHDI dan MDA Bali. Jalanan disekitar Adat Seraya lenggang, dan sepi. Warga yang keluar rumah sedikit, bisa dihitung dengan jari. Itupun yang milik keperluan mendesak.
"Krama di Seraya termasuk sadar dengan bahayanya Covid - 19. Makanya saat ada ngeneng - ngening, warga disekitar tak ada yang mau keluar. Tadi hanya beberapa warga yang ke Gili Selang untuk mebhakti,"kata Made Salin.
Salin menambahkan, pecalang juga ikut serta berjaga seelama prosesi ngeeneng - ngening.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-jalan-di-sekitae-desa-adat-bebandem-dan-bungaya-kecamatan-bebandem-rabu-224-siang.jpg)