Rp 250 Juta Dana Desa Masuk Urusan Perut, Per KK Dapat Rp 600 Ribu

Sasaran penerima BLT adalah masyarakat yang kehilangan pekerjaan, belum terdata sebagai penerima PKH, BPNT, serta mempunyai keluarga rentan sakit.

tribun bali/ i made prasety aryawan
Komisi I DPRD Tabanan membahas pencairan dana desa untuk BLT. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Komisi I DPRD Tabanan telah menggelar pertemuan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terkait rencana pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) selama tiga bulan yang bersumber dari dana desa di Tabanan, Rabu (22/4/2020).

Penekanan pembahasan adalah kewajiban bagi desa untuk memposting ulang dana desa sesuai dengan Permendes 1261 dan PMK Nomor 40 Tahun 2020.

Dalam peraturan tersebut, semua desa wajib memposting ulang anggarannya untuk masuk di bidang 5 program kebencanaan.

Per desa, dana BLT maksimal Rp 250 juta atau 30 persen dari total dana desa.

Diharapkan, desa segera melakukan Musdes untuk menentukan masyarakat yang mendapat bantuan tersebut.

Dan Mei depan, BLT harus sudah didistribusikan.

Dalam surat DPMD Tabanan yang diturunkan ke semua perbekel di Tabanan, tertulis bantuan langsung tunai dengan besaran Rp 600 ribu per KK akan diberikan selama tiga bulan.

Sasaran penerima BLT adalah masyarakat yang kehilangan pekerjaan, belum terdata sebagai penerima PKH, BPNT, serta yang mempunyai anggota keluarga rentan sakit menahun atau kronis.

Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan, pihaknya bersama DPMD Tabanan sudah melakukan pembahasan.

Dalam pertemuan lebih menegaskan terkait aturan pemberian BLT untuk kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak Covid- 19.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved