Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Golkar Bali Tunda Survei Balon Pilkada 2020 Karena Pandemi Corona

Golkar menunda survei para bakal calon (balon) yang akan bertarung di pesta demokrasi daerah Pilkada 2020

Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Budiarti
NET
Ilustrasi Pilkada 2020. Golkar Bali Tunda Survei Balon Pilkada 2020 Karena Pandemi Corona 

Pun begitu, ia menegaskan partainya memilih Pilkada 2020 dilaksanakan pada akhir tahun ini atau 9 Desember mendatang.

Pihaknya, beralasan berdasarkan prediksi pandemi ini akan berakhir pada bulan Juli 2020 nanti.

Sehingga menurutnya tidak perlu ditunda sampai tahun depan karena justru akan merugikan masyarakat.

"Pandemi ini kan kira-kira sampai Juli, jadi ngapain harus tunggu sampai tahun depan, kasihan masyarakat juga jadi korban karena kan banyak pimpinan daerah yang masa jabatannya berakhir tahun 2021 awal," ujarnya.

Hal ini membuat pihaknya tetap melakukan berbagai persiapan menghadapi Pilkada 2020, seperti menjalin koalisi.

Seperti diketahui, Golkar bersama empat partai yakni Demokrat, NasDem, Hanura dan PSI bersepakat membangun koalisi bersama di Pilkada 2020.

"Kalau koalisi kan tetap jalin komunikasi," ucapnya.

Sebelumnya, Golkar telah menggandeng 10 lembaga survei menjelang Pilkada 2020.

Adapun lembaga survei yang menjadi rekanan Golkar, yakni Pusat Studi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (Pusdeham) Surabaya yang dipimpin Muhammad Asfar, Indikator Politik yang dipimpin Burhanuddi Muhtadi, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipimpin Sirojudin Abbas.

Lalu, Charta Politika yang dipimpin Yunarto Wijaya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Djayadi Hanan, Indo Barometer yang dipimpin M Qodari, Polmark Indonesia yang dipimpin Eep Saefulloh Fatah, Lembaga Survei Sinergi Data Indonesia (SDI) yang dipimpin Barkah Pattimahu, Poltracking Indonesia yang dipimpin Hanta Yuda, serta LSI yang dipimpin Denny JA.

Golkar sengaja menggandeng lembaga survei yang telah diketahui rekam jejaknya untuk memberi rekomendasi calon pemimpin yang laik ikut Pilkada 2020.

Pasalnya, Golkar memprioritaskan kadernya maju dalam Pilkada 2020.

Untuk itu, Golkar bakal memperhatikan popularitas, elektabilitas dan kemampuan logistik.

“Kami akan melihat hasil survei dari lembaga-lembaga yang kami rekomendasikan. Sehingga, Golkar mendapat kader terbaik dan siap bertarung pada pilkada 2020,” kata Sekjen Partai Golkar, Lodewijk F Paulus.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved