Golkar Bali Tunda Survei Balon Pilkada 2020 Karena Pandemi Corona
Golkar menunda survei para bakal calon (balon) yang akan bertarung di pesta demokrasi daerah Pilkada 2020
Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perang melawan pandemi Covid-19 atau virus Corona masih terus berlangsung.
Hal ini membuat berbagai sektor ikut terdampak pandemi Covid-19, tidak terkecuali Pilkada 2020 yang sedianya akan dilaksanakan 23 September mendatang.
Hal ini membuat berbagai parpol mulai merancang strategi baru menghadapi Pilkada 2020.
Untuk diketahui, Pilkada 2020 akan diselenggarakan di 270 daerah, yakni masing-masing 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.
Untuk Bali ada 6 kabupaten/kota yang akan melaksanakannya, diantaranya Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli dan Karangasem.
Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Golkar Gde Sumarjaya Linggih alias Demer mengatakan, pihaknya terpaksa menunda survei para bakal calon (balon) yang akan bertarung di pesta demokrasi daerah tersebut.
Padahal rencana survei akan digelar April ini.
Hanya bakal calon kepala daerah yang mendapat surat tugas dari DPP Golkar beberapa waktu lalu, yang sempat disurvei oleh DPP Golkar.
"Kami terpaksa tunda dulu, jadi yang baru disurvei yang sudah dapat surat tugas DPP," ujarnya, Kamis (23/4/2020).
Ia menjelaskan, ada dua balon yang sudah disurvei dan mendapatkan surat tugas atau rekomendasi sementara dari partai berlambang pohon beringin.
Untuk Pilkada Karangasem 2020, Golkar menetapkan I Gusti Ayu Mas Sumatri sebagai calon bupati dan I Made Sukerena sebagai calon wakil bupati.
Untuk Pilkada Bangli 2020, Golkar menetapkan I Made Subrata sebagai calon bupati dan Ngakan Made Kutha Parwata sebagai calon wakil bupati.
Saat disinggung mengenai alasan penundaan survei tersebut, ia mengatakan penundaan ini dikarenakan wabah virus Corona yang melanda tanah air.
DPP Golkar juga sedang membantu pemerintah Indonesia dalam melawan dan mencegah Covid-19.
"Belum tahu kapan survei akan digelar untuk para bakal calon ini, masih fokus Covid-19 dulu," ungkap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-pilkada-serentak.jpg)