Sponsored Content

Realisasikan Program Strategis di Tengah Pandemi Covid-19, Badung Serahkan Bantuan Sembako Tahap I

Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan bantuan bahan pangan atau sembako tahap I yang didistribusikan secara serentak di 10 titik pendistribusian

Humas Pemkab Badung
Bupati Giri Prasta secara simbolis menyerahkan sembako tahap I di Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi, Minggu (26/4/2020) kemarin. Realisasikan Program Strategis di Tengah Pandemi Covid-19, Badung Serahkan Bantuan Sembako Tahap I 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan bantuan bahan pangan atau sembako tahap I yang didistribusikan secara serentak di 10 titik pendistribusian, Minggu (26/4/2020) kemarin.

Bantuan diberikan kepada 3.819 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdiri dari rumah tangga sasaran (RTS), penyandang disabilitas dan warga terdampak langsung wabah virus Corona atau Covid-19.

Sebanyak 3.819 paket sembako disiapkan oleh Dinas Sosial bersinergi dengan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung untuk pendistribusian ke enam kecamatan.

Adapun perinciannya sebagai berikut, yakni Kecamatan Abiansemal sebanyak 1.097 paket, Kecamatan Kuta sebanyak 103 paket, Kecamatan Kuta Selatan sebanyak 343 paket, Kecamatan Kuta Utara sebanyak 279 paket, Kecamatan Mengwi sebanyak 1.430 paket, dan Kecamatan Petang sebanyak 567 paket.

Pembagian sembako tahap I tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Kepala Dinas Sosial I Ketut Sudarsana, di Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi.

Sementara di tempat lain, pembagian sembako juga dilakukan serentak.

Misalnya di Kantor Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, yang dilakukan oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Badung Made Widiana.

Kemudian, di Wantilan Desa Adat Sedang, Kecamatan Abiansemal, dilakukan langsung oleh Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa.

Bupati Giri Prasta mengatakan, bantuan sembako ini untuk membantu warga yang ekonominya terdampak kondisi darurat pandemi Covid-19.

Artinya, warga yang masuk daftar penerima manfaat sembako merupakan data baru hasil pendataan perangkat desa terbawah yang ditetapkan dalam musyawarah desa dan musyawarah kelurahan (termiskin dan disabilitas), tidak mengacu data Kemensos.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved