Sponsored Content

Sidang Paripura DPRD Buleleng Digelar via Teleconference, Bupati Sampaikan LKPJ TA 2019

Sidang Paripura DPRD Buleleng Digelar via Teleconference, Bupati Sampaikan LKPJ TA 2019

DOK PEMKAB BULELENG
Sidang Paripura DPRD Buleleng Digelar via Teleconference, Bupati Sampaikan LKPJ TA 2019 

TRIBUN-BALI.COM- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng pada Senin (27/4) menggelar sidang Paripurna Penyampaian Nota Pengantar LPKJ Bupati Buleleng Akhir Tahun 2019. Sidang kali ini dilaksanakan secara terbatas, melalui teleconference.

Dari pantauan di lokasi, sidang
dipimpin oleh Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, dan dihadiri oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati I Nyoman Sutjidra, Wakil Ketua DPRD Buleleng, Ketua Komisi DPRD Buleleng, Setda Buleleng, serta Inspektorat Kabupaten Buleleng. Sementara anggota DPRD dan Kepala SKPD mengikutinya melalui teleconference, sehingga sosial distancing tetap terlaksana.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, mengatakan, sidang paripurna yang dilaksanakan tetap menerapkan unsur sterilisasi dan kesehatan, untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus corona atau covid-19. Meski beberapa anggota dewan tidak hadir dalam ruang sidang paripurna, mereka tetap hadir secara faktual di gedung dewan. Mereka juga mengisi lembar absensi kehadiran sidang paripurna.

Setelah LKPJ disampaikan oleh bupati, Supriatna mengaku jika pihaknya akan membedah laporan tersebut dalam kurun waktu 30 hari mendatang. “Kami segera jadwalkan agar komisi-komisi di DPRD Buleleng segera mencermati isi LKPJ sesuai bidang kerjanya. Kami akan segera sampaikan rekomendasi pada eksekutif, paling lambat 30 hari sejak LKPJ ini disampaikan pada kami,” katanya.

Sementara Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan LKPJ itu merupakan kewajiban yang disampaikan tiap tahun. Menurut Agus, LKPJ itu sudah siap sejak bulan Maret lalu. Namun penyampaiannya tertunda, karena ada protokol penanganan covid-19 yang harus diikuti.
Agus mengatakan, secara umum target kinerja sudah tercapai. Hanya saja, ia mengakui ada beberapa target yang mengalami penurunan. “Misalnya di bidang pertanian. Cengkih kita kan tadinya tinggi harganya. Tapi tahun lalu drop sekali harganya. Padahal cengkih ini berpengaruh signifikan untuk daerah kita,” terangnya. (adv)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved