Corona di Bali

143 PMI Asal Denpasar Telah Ikuti Rapid Test, 2 Orang Reaktif, 1 Positif Setelah Tes Swab

PMI yang dites ini adalah yang menjalani masa karatina di hotel yang dijadikan rumah singgah.

Pixabay
Ilustrasi tes virus corona 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hingga Selasa (28/4/2020) Dinas Kesehatan Kota Denpasar bersama Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 telah melakukan Rapid Test atau screening awal terhadap 143 Pekerja Migran Indonesia (PMI).

PMI yang dites ini adalah yang menjalani masa karatina di hotel yang dijadikan rumah singgah.

Dari hasil tersebut, diketahui 140 orang PMI non reaktif, sementara dua orang reaktif.

Selain itu, setelah dilakukan swab test, 1 orang dikonfirmasi positif Covid-19.

Delapan Pengendara Diminta Balik Kanan,Satlantas Polres Tabanan Larang Pemudik menuju Wilayah PSBB

Soroti Rapid Test Dilakukan di Kawasan Publik, Dewan Badung Harapkan Kedepan Dinkes Jemput Bola

54 Orang PMI yang Dikarantina di Denpasar Dipulangkan Hari Ini

Kadis Kesehatan Kota Denpasar, Luh Sri Armini saat dikonformasi Selasa (28/4/2020) mengatakan, pelaksanaan Rapid Test di Kota Denpasar memberikan prioritas kepada Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP), orang dengan riwayat kontak tracking, PMI dan tenaga medis yang menangani pasien covid 19.

Hal ini lantaran kelompok tersebut lebih rentan karena memiliki riwayat kontak atau bepergian keluar daerah atau negara terjangkit.

“Pemkot Denpasar melakukan protap Covid-19 terhadap PMI yang mejalani masa karantina, selain penjagaan yang ketat dan pemeriksaan kesehatan rutin, dilakukannya rapid test unt memastikan nanti setelah pulang PMI sudah negatif dan sehat,” katanya.

Sri Armini bahwa  mereka yang hasil Rapid Test nya reaktif (positif) ataupun non reaktif (negatif) bukan berarti yang bersangkutan positif atau negatif covid-19.

Hal ini lantaran Rapid Test hanya bersifat screening awal. Namun, ada satu PMI yang dinyatakan positif Covid-19 setelah dilanjutkan pada Swab Test, dan saat ini sudah dirujuk ke RSUP Sanglah.

Sementara Jubir Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai mengimbau masyarakat Kota Denpasar yang memiliki riwayat mengunjungi wilayah zona merah, kontak langsung dengan pasien positif covid-19, atau pun negara terjangkit agar lebih disiplin dan jujur mengikuti arahan pemerintah. Sehingga langkah pecegahan dapat dioptimalkan.

“Kami mengimbau masyarakat yang memiliki riwayat kunjungan ke wilayah zona merah atau negara terjangkit agar lebih jujur, termasuk yang memiliki kontak langsung dengan pasien positif covid-19, sehingga pencegahan covid 19  dapat dimaksimalkan sejak dini, serta patuhi arahan pemerintah untuk melaksanakan karantina selama 14 hari,” katanya.

Untuk diketahui, PMI yang sudah melaksanakan masa karantina selama  14 hari dan sudah di Rapid Test 2 kali dengan hasil negatif diijinkan untuk pulang ke rumahnya masing masing, untuk selanjutnya melakukan isolasi mandiri selama 14 hari kedua.

Hari ini sebanyak 54 PMI gelombang pertama sudah diijinkan pulang ke rumahnya dan diantar langsung oleh Satgas Covid 19 Kota Denpasar sampai ke Kantor Desa atau Kelurahan. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved